AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) ke IV, berlangsung meriah.
Hajatan prestisius atlet Maluku unjuk prestasi itu digelar 17-27 November 2022 di kota Ambon. Popmal IV digelar di sembilan lokasi, melombakan 17 cabang olahraga.
Pesta akbar olahraga tersebut diikuti atlet dan ofisial sebanyak 1.991 orang dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Namun di balik kemeriahan Popmal, personel pengamanan dari unsur Polri dan TNI yang berjumlah 900 orang harus ‘gigit jari’.
Loh kok bisa? Begini ceritanya. Sejak pembukaan Popmal IV pada 17 November hingga hari ini, untuk kebutuhan makan dan minum ratusan personel Polri dan TNI menggunakan uang pribadi.
Tidak hanya itu, mereka juga harus merogoh kocek dari kantongnya untuk kebutuhan bahan bakar transport.
Beda nasib dengan ratusan personel Polri dan TNI. Ribuan atlet plus ofisial dari 11 kabupaten/kota mendapatkan makan dan minum serta akomodasi transportasi. Begitu pun panitia yang terlibat dalam gawe Popmal mendapatkan pelayanan serupa.
Sejumlah personel pengamanan dari Polri dan TNI dibuat heran sejak pembukaan Popmal hingga Sabtu (19/11/2022) mereka harus mengeluarkan uang pribadi untuk kebutuhan makan dan minum.
“Hari Minggu saja, Popmal libur tidak ada pertandingan. Tapi sejak pembukaan hingga Sabtu kemarin, untuk makan dan minum kita harus pakai uang pribadi,” keluh beberapa personel pengamanan Popmal kepada sentraltimur.com, Minggu (20/11/2022).
Mereka mengaku heran diperlakukan berbeda dengan panitia dan ofisial yang terlibat dalam Popmal. “Ketika panitia dan ofisial mendapat jatah makan, kami hanya menonton mereka makan. Apa memang personel pengamanan Poplam tidak dialokasikan anggaran untuk makan dan minum?,” heran mereka.
Mereka berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku berlaku adil. “Kami juga bagian dari suksesnya Popmal, tapi sepertinya tidak dianggap,” sergah mereka.
Padahal kata mereka, sebelum cabang olahraga dilombakan personel pengamanan Polri dan TNI telah berada di sembilan lokasi lomba yang tersebar di kota Ambon. “Sebelum atlet, ofisial dan panitia datang, kami sudah lebih awal tiba di lokasi lomba. Dan melakukan pengamanan memastikan kondisi aman selama berlangsungnya lomba,” kata mereka.
Keluhan personel pengamanan ini terbilang aneh. Sebab Pemerintah Provinsi Maluku telah mengalokasikan anggaran kepada KONI Maluku untuk menggelar Popmal IV sebesar Rp8 miliar.
Ini Kata KONI Maluku
Anggaran miliaran rupiah itu untuk makan, minum, akomodasi, transportasi dan honor panitia Popmal IV. Sedangkan kebutuhan atlet dan ofisial dibebankan kepada masing-masing KONI kabupaten/kota. Sementara menyangkut uang pengamanan termasuk didalamnya kebutuhan makan dan minum personel Polri dan TNI, KONI Maluku telah menyerahkan ke Polda Maluku.
“(Anggaran pengamanan Popmal) Sudah diserahkan sehari sebelum pembukaan Popmal ke bendahara pengamanan Popmal (Polda Maluku),” kata Ketua Harian KONI Maluku Mustafa Kamal dihubungi sentraltimur.com, Minggu.




