banner 728x250

Satu Pelaku Pembunuh Petani Buru Serahkan Diri

Polisi dan warga evakuasi jasad korban pembunuhan di desa Watimpuli, kecamatan Lolongguba kabupaten Buru. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polres Pulau Buru baru kembali mengamankan satu pelaku pembunuhan petani di Pulau Buru, Elias Nurlatu.

Setelah sebulan bersembunyi di hutan, Natan Latbual akhirnya menyerahkan diri ke polisi, sekitar pukul 09.00 WIT, Kamis (3/6/2021).  Pelaku menyerahkan diri didampingi tokoh masyarakat adat Sammy Latbual dan Arifin Latbual.

Nathan merupakan satu dari tujuh komplotan pelaku yang membantai korban di Gunung Kadianlahing, Desa Watimpuli, kecamatan Lolongguba, kabupaten Buru, Sabtu (24/4/2021).

Sebelumnya pada awal Mei lalu, polisi telah membekuk Soin Latbual dan menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan pria 40 tahun yang berprofesi sebagai petani itu.

Nathan kini mengikuti jejak Soin mendekam di Rutan Mapolres Buru. Tersisa lima pelaku pembunuhan yang diduga masih bersembunyi di hutan.

“Pagi tadi, sekira pukul 09.00 wit, pelaku atas nama Natan Latbual didampimgi Sammy Latbual dan Arifin Latbual menyerahkam diri ke Polres,” ungkap Paur Humas Polres Buru, Aipda MYS Djamaludin dihubungi, Senin.

Menurutnya, pelaku yang menyerahkan diri ini merupakan upaya Polres Pulau Buru yang terus melakukan pendekatan persuasif agar seluruh pelaku yang masih dalam pengejaran segera memyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“(Natan Latbual) Statusnya belum tersangka. Sementara masih dalam pemeriksaan. Upaya kami agar semua terduga pelaku yang masih melarikan diri segera memyerahkan diri,” ujarnya.

Warga Desa Watimpuli, Kecamatan Lolongguba itu dibantai gerombolan pelaku. Tubuhnya ditemukan tidak bernyawa di Gunung Kadianlahing.

Dia tewas mengenaskan. Korban dibantai secara keji dengan parang meninggalkan luka di sekujur tubuhnya. Dua tombak juga tertancap di tubuh korban.

Korban ditemukan oleh tiga warga Desa Watimpuli, yaitu Muka Lensi Nurlatu, Manjukan Nurlatu dan Muka Nance Hukunala.

Mereka sempat melihat tujuh pelaku keluar dari arah tebing dan menombak tubuh korban. Melihat kejadian itu, para saksi ketakutan dan melarikan diri ke desa Watampuli.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram