banner 728x250

Sidak RSUD Masohi, Komisi IV DPRD Malteng Temukan Sejumlah Masalah

DPRD MALTENG
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Komisi IV DPRD Maluku Tengah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Masohi, Kamis (13/2/2025).

Sidak dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Musriadin Labahawa bersama sejumlah anggota komisi: Salomi Patty, Demianus Hattu, Intan Nasri dan Nirmala Pattikawa.

Sidak dilakukan menyusul kabar meninggalnya pasien atas nama Wa Pan yang diduga penyebab kematiannya akibat keterlambatan bantuan oksigen.

Tiba di RSUD Masohi, rombongan Komisi IV menuju instalasi pengisian oksigen (IPO). Musriadin Labahawa menyampaikan Sidak ini merupakan kegiatan evaluasi berkala Komisi IV.

Melihat langsung IPO di RSUD Masohi, Komisi IV menemukan sejumlah peralatan yang telah rusak. “Informasi dari Direktur (RSUD Masohi) untuk menggantikan peralatan yang rusak, spare part harus didatangkan dari luar negeri dan membutuhkan waktu tiga bulan,” kata Labahawa.

Dia mengingatkan RSUD Masohi harus bisa menyediakan oksigen selama dua bulan ke depan sambil menunggu spare part didatangkan. Selain alat yang rusak, Komisi IV juga menemukan tingkat kebersihan di RSUD Masohi sangat rendah, termasuk fasilitas MCK sangat kotor.

“Kendala berikutnya adalah penganggaran, sehingga Komisi IV akan menyikapinya bersama pemerintah daerah. Kita menginginkan kualitas pelayanan yang maksimal tetapi juga harus ditunjang dengan anggaran yang berimbang,” kata politikus PKS ini.

Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar menjelaskan adanya kerusakan pada instalasi pengisian oksigen dan suku cadang atau spare paret sedang dipesan. Rumuar bilang sebelum mengalami kerusakan, RSUD mampu memproduksi 40 tabung oksigen per hari, namun kini hanya mampu mengisi dua tabung per hari.

Rumuar memastikan pihaknya telah mengambil langkah alternatif dengan memesan tabung oksigen dari PT Samator di Ambon. Dalam kondisi normal, kebutuhan oksigen rumah sakit mencapai 40 tabung per hari, dan jika jumlah pasien meningkat, kebutuhan bisa mencapai lebih dari 50 tabung.

Menanggapi dugaan kematian pasien akibat kehabisan oksigen, Rumuar membantah rumah sakit tidak memberikan layanan oksigen. Dia menyebut kondisi pasien saat masuk rumah sakit sudah dalam keadaan kritis dengan komplikasi penyakit.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram