banner 728x250

Soal Perbaikan Rumah yang Dibakar, Raja Hitu: Kita Tunggu Respons dari Hunuth

RAJA HITU
Raja Negeri Hitu Lama Sahlana Pelu. (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Negeri (desa) Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah memastikan akan membantu memperbaiki rumah warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon yang rusak dan terbakar akibat bentrokan pada Selasa (19/8/2025) lalu.

Raja Negeri Hitu Lama Salhana Pelu mengatakan upaya membantu memperbaiki puluhan rumah warga Desa Hunuth yang terbakar dan rusak sebagai itikad baik dan bentuk pertanggung jawaban moral masyarakat Hitu atas kejadian yang terjadi.

“Ini sebagai itikad baik kita dan rasa tanggung jawab kepada basudara kita di Hunuth,” kata Salhana kepada awak media, Senin (25/8/2025).

Niat untuk membantu memperbaiki rumah-rumah warga Desa Hunuth yang rusak dan terbakar telah disampaikanya saat pertemuan mediasi di markas Polda Maluku, Kamis (21/8/2025) lalu.

“Pertemuan (mediasi) hari itu bersama Wakapolda, saya sampaikan saya dan warga saya siap membantu dan kita menunggu tanggapan dan respons dari saudara kita dari warga Hunuth,” ungkapnya.

Upaya membantu memperbaiki puluhan rumah warga Desa Hunuth yang rusak dan terbakar sebagai langkah untuk mencairkan ketegangan demi mewujudkan kedamaian di antara kedua belah pihak. “Intinya masyarakat dan pemerintah Negeri Hitu punya keinginan untuk membantu sebagai rasa tanggung jawab lah,” ujar Salhana.

Menurutnya dalam beberapa kasus bentrokan antardesa yang terjadi selama ini, pihak yang melakukan tindakan penyerangan atau memicu terjadinya bentrokan kerap mempertahankan prinsip serta tidak mau mengakui kesalahan, apalagi bersedia melakukan ganti rugi.

“Selama ini kalau ada konflik tidak pernah ada pihak yang diduga melakukan mau mengakui keselahan dan tindaklanjut malah efuoria. Jadi saya pikir langkah ini sebagai suatu pencerahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sahlana mengatakan saat pertemuan mediasi di Polda Maluku dia juga telah meminta maaf atas kesalahan yang terjadi. Baginya, upaya itu dilakukan demi meredam eskalasi konflik agar tidak lagi berkepanjangan.

Soal janji membantu perbaikan rumah warga Hunuth yang rusak dan terbakar, Sahlana mengatakan pihaknya kini menunggu tanggapan dari warga Hunuth. Pemerintah Desa Hunuth juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri sebelum berkoordinasi dengan masyarakatnya, khususnya bagi mereka yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram