LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai menyusun peta jalan pendidikan tahun 2025 dengan pendekatan baru.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran nyata di ruang kelas, penguatan literasi, serta kepemimpinan sekolah, menggantikan paradigma lama yang sekadar mengejar angka capaian administratif.
Plt Sekretaris Daerah Malra, Bernardus Rettob menyampaikan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan harus dipahami sebagai instrumen hidup yang partisipatif. “Yang kita kejar bukan sekadar angka capaian, melainkan kualitas pembelajaran nyata di ruang kelas,” ujarnya di Langgur, Senin (25/8/2025).
Lokakarya penyusunan Renstra yang digelar Rabu (20/8/2025) menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Program INOVASI Fase 3, universitas, hingga balai-balai pendidikan di Provinsi Maluku.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk merumuskan strategi berbasis bukti dan konteks lokal. “Kita ingin membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan didukung semua pemangku kepentingan,” ujar Bernardus.
Beberapa isu kritis, terutama lemahnya literasi dan numerasi di pendidikan dasar, menjadi perhatian khusus.
Lima fokus strategis ditetapkan dalam Renstra Pendidikan 2025, yakni; peningkatan mutu pembelajaran dengan penekanan pada literasi, numerasi, dan transisi menyenangkan dari PAUD ke SD.
Penguatan kapasitas guru melalui pengembangan kompetensi agar berdampak langsung di kelas. Pemanfaatan data dan bahan ajar untuk pengambilan keputusan berbasis kondisi riil.
Integrasi dan harmonisasi kebijakan antara Renstra daerah, nasional, hingga rencana kerja sekolah. Dan kolaborasi dan komunikasi lintas bidang internal maupun eksternal Dinas Pendidikan.
Bernardus mengingatkan setiap program pendidikan harus menimbulkan perubahan nyata bagi peserta didik. “Program harus menimbulkan perubahan riil, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegasnya.
Dengan lima fokus strategis ini, Renstra Pendidikan 2025 diharapkan mampu menghadirkan transformasi pendidikan Malra yang berorientasi pada kualitas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa di setiap jenjang. (RED)




