banner 728x250

Tampar Siswa SMK Ambalau Hingga Pingsan, Kepala Sekolah Terancam Dicopot

KEPALA SISWA
Siswa SMK Negeri 2 Buru Selatan inisial AS dianiaya hingga pingsan oleh kepala sekolahnya, Senin (29/8/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

Insun mengingatkan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah apapun alasannya harusnya tidak perlu terjadi lagi. Sekolah sudah seharusnya lebih ramah terhadap anak.

“Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apapun terhadap siswa. Sekolah harus ramah terhadap anak,” tegas Insun.

Dia juga tidak keberatan dengan keputusan pihak keluarga mengadukan kasus tersebut ke polisi untuk diproses hukum. “Kalau orangtua murid tidak mau berdamai, ya sudah diproses terus,” katanya.

AAS menganiaya tiga siswanya AS, HS dan MS saat apel pulang di halaman sekolah pada Senin (29/8/2022).

Mereka digampar dibagian kepala. Penganiayaan itu terjadi setelah ketiga siswa terlambat mengikuti apel lantaran harus memakai sepatu.

Akibat penganiayaan itu, AS langsung pingsan. Orangtua korban melaporkan AAS ke Polsek Ambalau, kabupaten Buru Selatan untuk diproses hukum. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram