banner 728x250

Tangkal Hoaks, AMSI Maluku – Google News Initiative Gelar Pelatihan Literasi Berita

AMSI Maluku
AMSI Wilayah Maluku-Maluku Utara didukung Google News Initiative dan Cek Fakta menggelar Pelatihan Literasi Berita bagi mahasiswa dan jurnalis kampus di Kota Ambon, Senin (6/9/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Maluku-Maluku Utara bersama AMSI nasional, Google News Initiative dan Cek Fakta menggelar Pelatihan Literasi Berita. Sasaran pelatihan mahasiswa dan jurnalis kampus di Kota Ambon.

Melalui pelatihan tersebut, penyelenggara berharap para peserta ikut melawan makin masifnya penyebaran berita bohong atau hoaks.

Pelatihan secara daring AMSI Maluku ini berlangsung pada 6-7 September 2021. Lebih dari 40 peserta dari berbagai kampus mengikuti pelatihan ini.

BACA JUGA:

Peduli Lingkungan, Lantamal Ambon Tanam 200 Bibit Mangrove di Pantai Halong – sentraltimur.com

New Normal Blitar Aktivitas Mulai Longgar – kliktimes.com

Peserta, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pattimura, Jurnalistik Islam Fakultas Ushuluddin IAIN, Lembaga Pers Lintas IAIN dan Politeknik Negeri Ambon.

“Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama AMSI Maluku – Maluku Utara dengan sejumlah kampus di Ambon tersebut,” kata Hamdi Jempot, Ketua AMSI Maluku-Maluku Utara dalam keterangan tertulisnya kepada sentraltimur.com, Selasa  (7/9/2021).

Pelatihan Literasi Berita

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelatihan literasi berita di 10 wilayah oleh AMSI nasional. Hamdi menjelaskan peserta akan mendapatkan penguatan pengetahuan tentang peran dan manfaat media massa di masyarakat serta cara kerja media.

Materi pelatihan mencakup penguasaan keterampilan dan pengetahuan seputar produksi. Berikut diseminasi informasi, mulai dari menganalisis dan mengevaluasi pesan media hingga memahami mekanisme kerja industri media.

“Literasi berita ini penting agar masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi. Dengan demikian, para jurnalis dan pemilik perusahaan media juga terpacu untuk meningkatkan pemberitaan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik,” kata Hamdi.

Dia menekankan pelatihan ini sekaligus sebagai bentuk kontribusi organisasi untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan publik mengidentifikasi mis/disinformasi. Serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan publik, terutama generasi muda tentang pentingnya literasi berita.

“AMSI berharap pemahaman publik terhadap pers termasuk mekanisme kerja pers dan jurnalisme meningkat. Sehingga kesadaran masyarakat menggunakan media sebagai rujukan informasi di belantara infodemi Covid-19 juga terus meningkat,” jelas Hamdi.

Irfan Djunaidi, Wakil Ketua II AMSI dalam sambutannya lewat visual saat membuka pelatihan mengatakan pelatihan ini dengan harapan para  peserta dapat mengidentifikasi informasi yang berdasarkan fakta dan yang tidak sesuai fakta.

“Saat ini kondisi memang tidak mudah. Karena banyaknya berita atau informasi yang bercampur (fakta dan bukan fakta) dengan tujuan tertentu,” katanya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram