banner 728x250

Tata Kelola Birokrasi, Wali Kota Ambon Terapkan Punishment dan Reward

TATA KELOLA
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menegaskan akan menerapkan punishment dan reward dalam tata kelola birokrasi.

“Pilkada telah selesai. Ini yang paling penting. Namun, di berbagai kesempatan beta selalu sampaikan bahwa kebijakan wali kota dan wakil wali kota soal penataan birokrasi, akan dilakukan pendekatan punishment dan reward,” kata Wattimena dihadapan ASN Pemkot Ambon, Selasa (4/3/2025).

Dia menegaskan, punishment atau hukuman diberikan kepada ASN ketika melanggar. “ASN tidak loyal, tidak melaksanakan tugas dengan baik dan seterusnya. Tetapi sebaliknya yang melaksanakan tugas dengan baik dan loyal serta yang bisa bekerja maksimal akan diberikan reward,” kata dia.

Mantan Sekretaris DPRD Maluku itu menegaskan, reward atau penghargaan bagi ASN yakni naik pangkat, dalam jabatan bagian dari penghargaan dan apresiasi kepada kinerjanya. “Punishment, tentu diberikan penilaian yang objektif. Itu dua hal yang diberikan. Untuk itu, mewujudkan birokrasi yang kapabel, handal serta bersih dari korupsi dan nepotisme segera akan kita lakukan,” tegas Wattiemana.

Hal ini dilakukan untuk memastikan jajaran birokrasi di Pemkot Ambon adalah satu tim. “Kalau kemarin mendukung pasangan calon yang lain tidak usah kuatir. Itu biasa dalam politik. Tapi yang ditakutkan bapak dan ibu masih mendukung paslon yang lain, tapi kita sudah memimpin. Itu yang cilaka dan dapat kartu merah,” tegasnya.

Dia dan Ely Toisutta mengetahui ASN mana yang putih, mana yang hitam dan mana yang abu-abu dalam Pilkada Kota Ambon 2024. “Tapi itu dinamika yang kita jalani dalam proses konstestasi kemarin. Bapak dan ibu tinggalkan lalu mau kerjasama dengan saya dan ibu Ely atau tidak. Tapi kalau masih mau kerjasama dengan yang lain silhakan,” ujarnya.

Maju Pilkada, Wattimena dan Toisutta melepaskan jabatan sebagai Sekwan dan anggota DPRD Kota Ambon adalah risiko yang sangat besar. “Kalau kemarin beta seng terpilih, tidak mungkin bapak dan ibu kasih suara beta lai. Mungkin hari ini beta ada tanam Keladi dan Pisang di Siwang atau ada pigi (pergi) mengail. Tapi katong dua ditakdirkan oleh Tuhan untuk memimpin kota ini,” kata Wattimena. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram