banner 728x250

Tawuran Mahasiswa Pecah di Kampus UKIM Ambon, Ini Pemicunya

TAWURAN MAHASISWA
Polisi mengamankan lokasi tawuran antara mahasiswa di kampus UKIM, Selasa (4/11/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Tawuran mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) pecah di lingkungan kampus tersebut, Selasa (4/11/2025).

Tawuran melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik itu menyebabkan sejumlah mahasiswa mengalami memar terkena pukulan.

Sesama mahasiswa terlibat adu jotos dan saling serang dengan batu di dalam area kampus yang berada di kawasan Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Tak ada laporan korban luka dalam insiden itu, namun tawuran menyebabkan sebagian mahasiswa dan dosen panik hingga berlarian menyelamatkan diri. Belum diketahui pasti penyebab tawuran. Namun diduga insiden itu terjadi dipicu salah paham antara sesama mahassiwa.

Tawuran berhasil dibubarkan setelah pengamanan kampus dibantu aparat kepolisian turun tangan melerai kelompok mahasiswa yang terlibat pertikaian.

Salah seorang mahasiswa mengaku sebelum saling serang terjadi, sempat terdengar keributan antara beberapa mahasiswa. “Setelah itu tawuran terjadi, saya tidak tahu persis apa masalahnya,” kata Alfin, mahasiswa UKIM kepada sentraltimur.com.

Plt Rektor UKIM, Prof. Dr John Ruhulessin memastikan setelah tawuran, situasi di kampus tersebut telah normal kembali. “Sudah aman seperti biasanya seperti kalian lihat sendiri,” katanya.

John mengungkapkan tawuran dipicu kesalapamahan antara mahasiswa. Dia memastikan tawuran tersebut tidak ada kaitannya dengan pengaruh minuman beralkohol. “Itu masalah anak muda saja, tidak ada pengaruh miras atau lainnya dan tadi kita sudah pertemuan bersama dosen kedua fakultas bersama pihak kepolisian,” katanya.

TAWURAN MAHASISWA
Tawuran melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik UKIM, kota Ambon. (ISTIMEWA)

Meski kondisi kampus telah kondusif namun untuk mencegah kejadian itu terulang, pihak kampus untuk sementara membatasi aktivitas perkuliahan di kampus hanya sampai sore hari.

Kebijakan pembatasan waktu perkuliahan akan berlangsung selama satu minggu ke depan. “Untuk sementara aktivitas kuliah dirubah yang awalnya dari pagi hingga malam hari, tapi sekarang dari pagi sampai sore saja,” ujar Jhon. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram