banner 728x250

Pelaku Penikaman Siswa Berujung Bentrok di Ambon Diringkus Polisi, Ternyata Bukan Warga Hunuth

PELAKU BENTROK
Polisi membekuk terduga pelaku berinisial IS (kaos putih) di rumahnya di desa Tulehu, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Rabu pagi (20/8/2025). (TANGKAPAN LAYAR)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease berhasil menangkap seorang remaja berinisial IS, diduga pelaku penikaman terhadap AP.

IS dan AP merupakan siswa SMK Negeri 3 Ambon di kawasan Waiheru. Pelaku menikam korban saat tawuran antara pelajar sekolah tersebut pecah di kawasan Durian Patah, Desa Hunuth pada Selasa (19/8/2025).

Buntut dari penikaman itu, pihak keluarga dan warga Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah menyerang Desa Hunuth hingga terjadilah bentrokan fisik. Penyerangan dilakukan lantaran warga menduga pelaku penusukan AP merupakan warga Desa Hunuth.

Belakangan terungkap IS ternyata bukanlah warga Desa Hunuth. Pelaku ditangkap di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu pagi (20/8/2025).

Wakil Kepala Polresta Pulau Ambon AKBP Nur Rahman mengakui aparat Polresta Pulau Ambon telah menangkap seorang terduga pelaku penusukan yang memicu terjadinya bentrokan warga. “Tadi pagi juga kita sudah membawa yang diduga itu sebagai pelaku pertikaian ini,” kata Nur Rahman kepada pewarta di Desa Hunuth, Rabu.

Polisi telah memeriksa belasan orang sebagai saksi dalam kasus ini. Polisi juga masih memeriksa terduga pelaku pemicu bentrok yang telah ditangkap. “Saksi-saksi yang diperiksa sudah lebih dari 10 orang, dan  sementara didalami oleh penyidik Reskrim polresta Pulau Ambon. Jadi terkait dengan ini nanti akan disampaikan lebih lanjut termasuk juga barang bukti yang ditemukan,” jelasnya.

Rekaman video penangkapan terduga pelaku IS kini beredar luas di media sosial. Dalam video yang dilihat sentraltimur.com, tampak IS dibawa menggunakan sebuah mobil oleh sejumlah polisi berpakaian preman.

Diinterogasi polisi di dalam mobil yang membawanya menuju Polresta Ambon, IS mengaku terpaksa menusuk AP dengan sebilah pisau karena ingin menyelamatkan rekannya yang dipukuli sejumlah siswa.

“Beta tidak tahu apa-apa, beta datang lihat beta punya teman sudah dipukul hancur-hancuran. Beta mau tarik dia dari situ cuma mereka pukul terus lalu beta tikam sembarangan di situ agar beta bisa bawa lari dia,” IS menuturkan.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram