banner 728x250

Tiba di Ambon, Gubernur-Bupati Malteng Dampingi Mendagri Menuju Banda

FESTIVAL BANDA
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian tiba di Bandara Internasional Pattimura, Ambon menggunakan maskapai Batik Air, Selasa (25/11/2025) pukul 06.10 WIT.

Mendagri disambut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir. Rombongan Mendagri melanjutkan perjalanan laut menuju Banda Naira yang bertolak pukul 08.20 WIT.

Tiba di Banda Naira pada pukul 13.46 WIT, mereka disambut tarian lokal dan pengalungan syal. Kehadiran Tito di Banda untuk menghadiri Banda Heritage Festival 2025. Festival yang digagas Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tersebut berlangsung di Gedung Istana Mini, Banda Neira.

Dia mendorong Banda Heritage Festival tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, namun menjadi momentum untuk membangun Banda Neira menjadi kawasan yang punya daya saing. “Festival Banda Heritage tidak sekadar seremonial, tetapi ruang kolaborasi agar sejarah Banda tetap hidup, dipelajari, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah siap memperkuat sinergi untuk memastikan Banda Neira menjadi kawasan budaya yang berdaya saing,” kata Tito.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri Tito juga meninjau sejumlah situs budaya di Pulau Lontor, termasuk kawasan Parigi Tua dan Pohon Sejuta Umat yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Banda.

Mantan Kapolri itu menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pelestarian warisan sejarah dan pengembangan potensi budaya serta pariwisata.

“Kepulauan Banda adalah mutiara sejarah bangsa. Budaya, arsitektur, dan narasi perjuangan yang terpelihara di sini merupakan warisan yang tidak boleh hilang. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung pemda dan masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan warisan ini agar dapat dikenal dunia,” ujar Tito.

Kehadiran Mendagri Tito menjadi momen penting bagi masyarakat, tidak hanya karena festival budaya, melainkan juga sebagai bentuk pengakuan terhadap nilai historis Banda sebagai tempat pengasingan para pendiri bangsa, yakni Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo.  (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram