“Berpengaruh terhadap daerah kemiringan 40 persen, jadi kalau daerah itu terjal lalu tidak ada penutupan tanah yang baik dan ada banyak perumahan di situ akan membuat tanah lembab karena beban yang cukup besar, apalagi tanah di situ jenisnya lempung berpasir,” paparnya.
Selain di Gunung Malintang, musibah tanah longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Ongkoliong Desa Batu Merah dan di Desa Ema. “Iya ada longsor juga di Ongkoliong dan di Ema,” imbuh Frits.
Banjir Terjang Ambon
Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon tanpa henti sejak Jumat juga menyebabkan sejumlah kawasan dan jalan-jalan utama di ibu kota Provinsi Maluku terendam, Sabtu (16/8/2025).
Pantauan sentraltimur.com hampir di semua kawasan dataran rendah di kota Ambon terendam banjir, seperti Batu Merah, Mardika, Passo, Waiheru, Negeri Lama diterjang banjir.

Hujan deras juga menyebabkan beberapa jalan utama yang menjadi langganan banjir juga terendam, antara Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan AY Patty dan Sam Ratulangi. Ketinggian banjir yang merendam jalan-jalan utama di Kota Ambon mencapai betis kaki orang dewasa.
Banjir juga menerjang jalan-jalan utama di kecamatan, Baguala. Akibat banjir siswa-siswi SMP Negeri 13 Ambon yang berada di Jalan Laksdya Leo Wattimena, Negeri Lama, harus dipulangkan lebni awal. Banjir menggenangi sekolah dan seputar kawasan tersebut. (MAN)




