banner 728x250

Ular Piton Telan Sapi di SBT, Ditembak Mati Anggota Brimob

ULAR PITON
Ular piton dilumpuhkan anggota Brimob setelah menelan sapi milik warga Desa Limumir, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Kamis (13/1/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga Desa Limumir, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, dihebohkan dengan kemunculan ular piton berukuran raksasa.

Ular sepanjang 10 meter itu ditangkap setelah dilumpuhkan dengan timah panas oleh personel Brimob tak jauh dari kawasan rawa di desa tersebut, Kamis (13/1/2025).

Hewan melata itu ditangkap setelah ketahuan memangsa sapi milik seorang warga desa Limumir.

Usman Ena, warga yang hewan ternaknya dimangsa ular piton menuturkan sebelum kejadian dia sempat membawa sapi miliknya untuk diikat di samping rumah adiknya di kompleks Jalan Baru. “Sapinya saya bawa dan ikat di samping rumah adik saya, jkejadiannya itu tadi malam,” kata Usman dihubungi sentraltimur.com, Kamis.

Namun aksi ular piton memangsa hewan ternaknya itu baru diketahui Kamis siang, setelah warga menemukan jejak ular di lokasi dan sapi yang tiba-tiba menghilang secara misterius.

Usman baru diberitahu oleh istrinya soal kejadian itu saat dalam perjalanan mengantar Pj Gubernur Maluku Sadali Ie ke Kecamatan Geser. “Saya sudah dalam perjalanan sudah sampai di Air Nanang lalu istri telepon suruh balik, katanya sapi sudah dimakan ular,” tutur Usman.

Tiba di rumah, Usman mengecek sapinya yang dilaporkan dimangsa ular piton. Ternyata adiknya telah melapor ke anggota Brimob untuk melumpuhkan ular tersebut. “Adik saya lapor ke anggota Brimob dan meminta ularnya ditembak. Panjang ularnya itu lebih dari 9 meter,” katanya.

Setelah dilumpuhkan dan ditangkap warga, hewan reptil mematikan itu dinaikkan ke mobil dan dibawa oleh personel Brimob ke pos mereka. “Ularnya dibawa ke pos Brimob,” ujar Usman.

Usman menuturkan jauh sebelum ular piton menerkam sapinya, warga di desa Limumir selalu kehilangan terbak dan hewan peliharaan karena dimangsa ular.

Usman sendiri telah enam kali mendapati dan membunuh ular yang mencoba mengganggu hewan peliharaan warga. “Sudah banyak sekali kejadian karena di belakang itu ada rawa. Saya sudah sekitar 6 kali dapat ular dan membunuhnya,” ungkapnya.

Kasi Penas Polres Seram Bagian Timur, Bripka Swandi Sobo membenarkan penemuan ular piton di desa Limumir. “Iya benar kejadiannya tadi, ularnya makan anak sapi,” kata Swandi via pesan WhatsApp.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram