AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon merilis data terbaru dampak kerusakan akibat bencana alam di Kota Ambon.
Data terbaru jumlah rumah dan infrastruktur baik jalan maupun talud yang rusak akibat bencana alam terus bertambah. BPBD mencatat rumah warga yang rusak di kota Ambon kini telah lebih dari 100 unit.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kota Ambon, Vita Berhitu mengatakan berdasarkan data terbaru yang diterima, jumlah rumah rusak yang terdata tersebar di lima kecamatan.
“Data terbaru jumlah rumah warga di Ambon yang rusak karena bencana alam sebanyak 143 unit,” kata Vita kepada sentraltimur.com, Senin (23/6/2025).
Ratusan rumah warga yang rusak tersebar di lima kecamatan yakni kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Teluk Ambon, Baguala dan Leitimur Selatan.

Dari sebaran kerusakan, kecamatan Sirimau terparah terdampak kerusakan baik rumah maupun infrastruktur lainnya. Adapun dari 143 rumah warga yang rusak, sebanyak 115 mengalami kerusakan ringan dan masing-masing 14 unit rumah mengalami kerusakan sedang dan berat. “Dampak kerusakan paling banyak itu terjadi di kecamatan Sirimau,” ujarnya.
Selain rumah warga, bencana alam juga merusak enam talud penahan longsor dan tiga talud penahan air sungai. Selanjutnya, dua ruas jalan rusak parah akibat longsor, salah satunya di Kecamnatan Leitimur Selatan. “Termasuk jalan setapak juga rusak,” sebut Vita.
Sedangkan korban luka dan korban jiwa akibat bencana alam, BPBD mencatat dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. “Untuk korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang, satu di Kudamati Gonga dan satu di Hatalae,” katanya.





