banner 728x250

Wabup Malra Dorong BPBD Lebih Sigap Hadapi Situasi Darurat

DORONG BPBD
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam mengingatkan pentingnya peningkatan kecepatan dan akurasi informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya dalam merespons situasi bencana.

Charlos menyayangkan lambatnya respons BPBD dalam beberapa kejadian bencana di awal tahun, di mana laporan pertama justru berasal dari masyarakat, bukan dari BPBD.

“Seharusnya BPBD lebih dulu melapor kepada pimpinan, bukan malah kami yang harus bertanya terlebih dahulu,” tegas Charlos saat membuka Kajian Risiko Bencana Malra di Balai Desa Langgur, Senin (14/7/2025).

Dia mencontohkan kasus longsor dan kerusakan jembatan di Ohoi Reyamru akibat hujan ekstrem yang penanganannya tidak segera dilakukan.

Menurutnya, laporan cepat sangat penting sebagai syarat pengajuan bantuan dari pusat. “Jangan hanya mengandalkan dana lokal. Pelaporan cepat membuka akses bantuan nasional yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat,” ujarnya.

Posisi geografis Malra rawan beragam bencana seperti banjir, angin kencang, gempa, dan tsunami. Karena itu, dia mendorong optimalisasi teknologi seperti satelit cuaca serta penerapan pendekatan pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas atau Community-Based Disaster Risk Management.

“Kajian risiko bencana harus mencakup aspek kerentanan sosial, kapasitas kelembagaan, dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat,” jelasnya.

Dia mengingatkan seluruh camat, kepala desa (ohoi), dan relawan untuk aktif menyampaikan kondisi di lapangan secara objektif. “Data yang akurat akan melahirkan strategi yang tepat,” pesan Charlos.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penguatan mitigasi, termasuk melibatkan kampus, program CSR perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil. “Kita butuh riset dan program CSR yang benar-benar fokus pada keselamatan publik dan pengurangan risiko,” ujarnya.

Charlos mengajak semua elemen membangun budaya sadar bencana secara kolektif. “Sinergi lintas sektor adalah kunci untuk mewujudkan resilient island for resilient people,” tutup Charlos. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram