TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki kewenangan mengawal demokrasi yang berkeadilan. Penguatan Kelembagaan Bawaslu untuk mengevaluasi pengawasan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024.
Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Agustinus L. Kilikily menyampaikan tahun 2024 menjadi bukti nyata ketangguhan demokrasi di MBD.
Dua pesta demokrasi yang kompleks bukan hanya pada administrasi tetapi dihadang oleh kondisi geografis puluhan wilayah kepulauan yang unik dan penuh tantangan.
Menurutnya, tersebar di laut yang luas dengan jarak yang tidak selalu mudah, keberhasilan distribusi logistik, mengamankan tahapan dan memastikan hak pilih warga negara tersalur adalah prestasi besar yang patut dibanggakan.
“Apresiasi untuk Bawaslu MBD, telah berjuang menembus pulau dan lautan serta semua pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya di aula penginapan Tiakur Beach, Rabu (17/9/2025).
Penguatan kelembagaan sangat relevan, karena tidak hanya mengevaluasi proses tetapi membangun kelembagaan yang Tangguh dan adaptif terhadap kondisi geografis.
“Memastikan kapasitas teknologi dan dukungan untuk lembaga penyelenggara mampu menjawab tantangan alam. Kondisi geografis adalah takdir tetapi bagaimana menghadapi dan mengelola menjadi pilihan,” kata Kilikily.
Koordinator Devisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Provinsi Maluku, Stevin Melay mengatakan kegiatan evaluasi saat ini adalah mereview kembali perjalanan tugas khususnya Bawaslu kabupaten MBD. Dinamika yang luar biasa dengan proses demokrasi serentak, menguras tenaga dengan karakter wilayah yang butuh iktiar kuat.
Evaluasi ini menjadi momentum yang tepat untuk membahas bagaimana Bawaslu menyampaikan laporan pengawasan secara baik. “Penting untuk mendapatkan masukan sebagai catatan penting untuk perjalanan kedepan. Bawaslu punya pertanggungjawaban morah yang harus diberikan kepada rakyat dengan mengawal proses demokrasi berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini memberi ruang kasana pikir yang baru dalam membangun peradaban demokrasi di Indonesia khusus di bumi Kalwedo. (RED)




