banner 728x250

Warga Hatusua Blokade Jalan Trans Seram, Akses Transportasi Lumpuh

JALAN TRANS
Warga Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat membloakde ruas Jalan Trans Pulau Seram, Sabtu (26/7/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku membloakde ruas Jalan Trans Pulau Seram, Sabtu (26/7/2025).

Blokade dilakukan warga dengan menggunakan batu dan kayu serta menebang pohon menutup badan jalan di Desa Hatusua.

Dalam aksinya warga juga membakar ban bekas di atas badan jalan yang diblokade. Aksi anarkis warga menyebabkan akses transportasi darat yang menghubungkan sejumlah kecamatan dengan ibu kota maupun sebaliknya lumpuh total.

Kapolsek Kairatu AKP E.M Masbaitubun membenarkan aksi blokade jalan Trans Seram oleh warga di Desa Hatusua. “Iya, blokade jalan masih berlangsung,” kata Masbaitubun kepada sentraltimur.com via telepon.

Untuk mengatasi aksi warga tidak berlangsung lama, sejumlah personel kepolisian dan TNI dikerahkan ke Desa Hatusua. “Personel Polsek, Polres dan rekan TNI sudah di lokasi, Kasat Intel Polres juga sudah ada dan sementara diusahakan agar blokade jalan segera dibuka,” ujarnya.

Masbaitubun tidak menjelaskan secara rinci penyebab dibalik aksi blokade jalan tersebut.  Meski begitu dia menyebutkan blokade jalan dimotori oleh karyawan   perusahaan perkebunan pisang Abaka PT Spice Island Maluku (SIM) yang beroperasi di wilayah tersebut. “Itu terkait dengan tuntutan karyawan perusahaan pisang Abaka kepada DPRD beberapa waktu lalu,” katanya.

JALAN TRANS
Akses transportasi jalan lumpuh akibat warga Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat bloakde ruas Jalan Trans, Sabtu (26/7/2025). (ISTIMEWA)

Camat Kairatu Marcoroy B. Sekewael yang dihubungi sentraltimur.com menyampaikan proses mediasi sementara dilakukan dengan warga dan pemerintah desa setempat.

Dia berharap upaya mediasi dapat membuahkan hasil sehingga jalan Trans Pulau Seram yang diblokade warga segera dibuka kembali. “Dari Polres sedang koordinasi dengan korlap dengan bapak raja, semoga ada hasilnya dan blokade jalan bisa segera dibuka,” katanya. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram