banner 728x250

Waspada! Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Ancam Laut Maluku

GELOMBANG TINGGI
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Statsiun Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini risiko cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sejumlah perairan laut di wilayah Maluku, Kamis (8/1/2026).

BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga mencapai empat meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Pulau Buru, Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, bagian timur Pulau Gorom, Kepulauan Banda, dan perairan bagian utara dan selatan Kepulauan Aru.

Gelombang tinggi juga mengancam perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Wetar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah, Seram Bagian Barat, selatan Maluku Tengah, selatan Seram Bagian Timur, Kepulauan Kei, dan perairan Kepulauan Leti.

Sementara gelombang setinggu 2,5 meter berisiko terjadi di perairan Utara Pulau Buru, bagian utara Seram Timur dan perairan bagian utara Maluku Tengah.

Ancaman cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan laut Maluku berpeluang terjadi selama tiga hari ke depan terhitung sejak hari ini hingga Senin (11/1/2026).

“Tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Maluku selama empat hari ke depan terhitung Kamis,” kata Kepala Stasiun Maritim Ambon Mujahidin dalam rilisnya, Rabu (7/1/2026).

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan risiko angin kencang hingga mencapai 35 knot yang berpeluang terjadi di wilayah perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kei, perairan Aru dan laut Arafuru.

CUACA BURUK
Pohon tumbang menutup badan jalan raya di Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah akibat cuaca ekstrem, Selasa (6/1/2026). (ISTIMEWA)

“Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah barat hingga ke barat laut dengan kecepatan rata-rata 10-25 knot. Untuk kecepatan angin tertinggi diperkirakan mencapai 35 knot,” sebutnya.

Sehubungan peringatan dini, BMKG mengimbau nelayan dan kapal-kapal tradisional serta warga yang tinggal di pesisir pantai lebih meningkatkan kewaspadaannya. “Kami mengimbau kepada masyarakat, para nelayan dan kapal-kapal tradisional agar lebih waspada lagi,” pinta Mujahidin. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram