KKT adalah wilayah perbatasan yang merupakan strategis nasional. ”Bagaimana orang mau investasi kalau kondisi penerbangan seperti begitu. Ini menganggu. Kita ingin ekonomi bertumbuh di daerah perbatasan. KKT juga masuk beranda terdepan NKRI dan 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar),” tandasnya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan diminta mensubsidi maskapai Wings Air agar rutin beroperasi dari Saumlaki ke Kota Ambon dan sebaliknya. ”Usulan subsidi dari Pemkab KKT disampaikan ke Pemprov selanjutnya ke pemerintah pusat untuk memberikan subsidi,” harapnya.
Menurutnya jika disubsidi jumlah penumpang sebanyak 15 kursi hanya sekitar Rp8 miliar lebih setiap tahun. “Tapi dengan catatan jika penumpang penuh tidak dihitung. Kalau ada seat yang kosong baru dihitung. Saya kira kalau disubsidi harga tiket bisa terjangkau,” ingatnya. (ADI)




