AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Maskapai Wings Air terancam menghentikan aktivitas penerbangan di bandara Mathilda Batlajery, Suamlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM), menjadi keputusan maskapai swasta itu membatasi penerbangan menuju Saumlaki.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias berharap ketika masyarakat kesulitan, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat.
”Saya minta Penjabat Bupati Tanimbar Daniel Indey segera koordinasi dengan pihak terkait termasuk Lion Group agar maskapai itu segera terbang ke Saumlaki,” kata Anos, Senin (15/8/2022).
Alasan penghentian penerbangan ke Saumlaki, karena komplain otoritas Bandara Mathilda Batlajery tiket ke Saumlaki maupun ke Kota Ambon terlalu mahal.
Menurutnya mahalnya harga tiket pesawat dipicu kenaikan harga BBM harus menjadi perhatian Pemda Tanimbar. “Kalau Lion Grup hentikan pengoperasian pemerintah harus hadir mencari solusi. Jangan menyusahkan masyarakat,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku ini.
Dia akan menyampaikan penghentian penerbangan Wings Air kepada Dinas Perhubungan Maluku untuk koordinasi dengan Lion Group yang mengoperasikan maskapai Wings Air. ”Ini agar Wings Air segera terbang ke Saumlaki,” kata Anos.
Apalagi, lanjut dia, ketika cuaca ekstrem masyarakat sangat berharap kehadiran maskapai penerbangan karena kapal laut sering dilarang berlayar. “Kita tahu bersama sebelumnya dua maskapai terbang ke Bandara Mathilda Batlahery. Tapi sekarang hanya satu maskapai, yakni Wings Air terbang ke Saumlaki,” kata Anos.
Kebijakan pembatasan operasional maskapai Wings Air, di bandara Mathilda Batlajery, Suamlaki juga disoroti Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra.
Butuh Subsidi Pemerintah
Penerbangan Wings Air rute Saumlaki, dibatasi tiga kali seminggu. Pembatasan penerbangan satu-satunya maskapai yang melayani rute Saumlaki itu sangat menganggu aktivitas ekonomi dan investasi di daerah yang berbatasan dengan negara Australia itu.
“Negara harus hadir memberikan subsidi kepada Wings Air agar rutin melayani penerbangan di Saumlaki,” kata Amir di Ambon Selasa (16/8/2022).




