AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Banjir menerjang kota Masohi, kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pada Minggu (17/7/2022).
Ratusan rumah warga dan fasilitas publik terendam banjir akibat hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Sabtu malam.
Terjangan banjir di sejumlah kawasan di kota Masohi tidak hanya mengejutkan masyarakat setempat, tapi juga Bupati Malteng Tuasikal Abua.
Terkejutnya Abua bukan tanpa sebab. Selama satu dasawarsa memimpin daerah berjuluk Pamahanunusa, baru kali ini ibu kota kabupaten Malteng itu terendam banjir.
Abua dan Wakil Bupati Marlatu Leleury kini berada di pengujung masa jabatan. Tampuk kekuasaan keduanya akan berakhir pada 8 September 2022, setelah terpilih memimpin Malteng periode 2011-2016 dan 2017-2022.
Abua mengatakan banjir yang merendam pemukiman warga di kota Masohi dan sekitarnya akibat hujan deras. “Iya ada banyak rumah yang terendam ini karena kondisi alam,” kata Abua kepada sentraltimur.com, Minggu.
Menurutnya banyak rumah terendam bukan saja karena banjir. Tetapi saat bersamaan terjadi air pasang sehingga banyak rumah warga yang berada di pesisir pantai ikut terendam. “Ini juga kebetulan ada air pasang jadi begitu,” sebutnya.
Dia dibuat heran karena selama memimpin Malteng 10 tahun, baru kali ini banjir besar terjadi di Masohi hingga merendam ruas jalan dan rumah warga.

Selama ini kata dia banjir yang terjadi di Masohi tidak sampai merendam rumah-rumah warga, sebab sistem drainase di Masohi sangat baik. “Tapi untuk banjir kali ini nanti juga akan surut dengan sendirinya karena sistem drainese kita di sini sangat bagus,” klaim Abua.
Mencegah bencana banjir terulang, Abua akan kembali mengaktifkan program Jumat Bersih Lingkungan yang pernah dilakukan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.
“Kita akan aktifkan lagi kegiatan bersih lingkungan melibatkan masyarakat. Kita akan bersihkan sungai. Kegiatan yang pernah rutin kita lakukan akan kita aktifkan kembali,” kata Abua.




