banner 728x250

5 Hari Operasi di Pelabuhan Ambon, Polisi Sita 1.300 Liter Sopi

PELABUHAN AMBON
Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menyita 1.300 liter minuman keras tradisional dari sejumlah kapal di pelabuhan Ambon. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menyita 1.300 liter minuman keras tradisional dari sejumlah kapal di pelabuhan Ambon.

Ribuan liter minuman beralkohol jenis sopi ini disita polisi saat menggelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) Siwalima 2021 yang berlangsung dalam lima hari terakhir terhitung mulai dari Jumat (5/11/2021) hingga Rabu (10/11/2021).

BACA JUGA:

Warga Negeri Tamilouw-Sepa Sepakat Damai Usai Bentrok – sentraltimur.com

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Telusuri Jalur Maut ke Naikliu – kliktimes.com

Barang haram itu telah serahkan ke Polresta Pulau Ambon untuk pemusnahan. Kapolsek Pelabuhan Ambon Iptu B. Surya Muhammad menyerahkan ribuan liter sopi sitaan itu kepada Kepala Seksi Propam Polresta Ambon Ipda Boby Y. Dethan.

“Hari ini bertempat di halaman Polsek KPYS telah menyerahkan barang bukti berupa 1.300 liter minuman keras jenis sopi ke Polresta Pulau Ambon,” kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Izack Leatemia kepada sentraltimur.com, Rabu.

Izack menjelaskan, ribuan liter sopi itu disita dalam lima hari terakhir saat menggelar razia di kapal Pelni, kapal perintis maupun kapal rakyat yang bersandar di kawasan Pelabuhan Ambon.

“Ribuan liter sopi ini merupakan hasil razia selama lima hari dalam operasi Pekat Siwalima yang berlangsung di kawasan pelabuhan Ambon. Sopi ini disita di atas kapal Pelni, kapal perintis dan juga kapal rakyat,” kata Izack.

Setelah penyerahan, Polresta Pulau Ambon akan memusnahkan ribuan liter sopi tersebut. Izack menegaskan, gencarnya razia terhadap peredaran minuman keras selama ini oleh Polresta Pulau Ambon dan jajarannya. Razia Miras untuk menekan tingginya angka kriminalitas di wilayah tersebut.

Menurutnya minuman keras kerap memicu aksi perkelahian dan juga kriminalitas hingga kekerasan dalam rumah tangga. “Karena miras ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat kejahatan di masyarakat. Kita selama ini gencar melakukan razia,” tegas Izack. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram