Dari sisi pendataan lahan, perwakilan PMO MBD menjelaskan proses pendataan dilakukan oleh dua orang PMO dan 12 orang Business Advisor (BA) yang tersebar di 17 kecamatan dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Hingga akhir Desember 2025, pendataan lahan telah mencapai 100 persen, dengan data lahan terhimpun di 62 titik pada 61 desa dan satu kelurahan. Persentase rata-rata pembangunan gerai saat ini berada pada angka 14,2 persen, dengan progres tertinggi mencapai 28 persen dan terendah 2,7 persen.
Kendala utama yang dihadapi PMO antara lain tingginya biaya mobilisasi antar pulau, keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah 3T, serta faktor cuaca. Meski menghadapi berbagai tantangan, PMO menegaskan bahwa koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak di Kabupaten MBD dengan baik, sehingga pelaksanaan tugas tetap berjalan sesuai target.
Pimpinan rapat menyampaikan apresiasi atas laporan yang disampaikan dan berharap seluruh data yang telah dihimpun dapat segera diinput dan disinergikan bersama BPKAD. (MBD)




