AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Harga minyak goreng (migor) di swalayan dan pasar tradisional di Kota Ambon terus melonjak.
Lonjakan harga migor di Ambon sejak awal tahun 2022. Sebelumnya migor kemasan Rp14.000 per liter.
Kini menjelang bulan Ramadhan harga bahan pangan ini terus merangkak naik dan menyentuh harga Rp28.000 per liter.
Kenaikan harga migor di Ambon mulai terjadi setelah pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah beberapa waktu lalu. Akibatnya pedagang menaikkan harga jual migor dari Rp14.000 per liter menjadi dua kali lipat.
BACA JUGA:
Jenis Senjata Api Penembak Misterius di Haruku Belum Terungkap – sentraltimur.com
Pantauan sentraltimur.com di Pasar Mardika Ambon, migor kemasan dari pelbagai merek dijual mulai harga Rp24.000 hingga Rp28.000 per liter.
“Untuk (harga migor kemasan merek) Bimoli satu liter Rp28.000. Sedangkan Fortune Rp 25.000 per liter,” kata Mira, salah satu pedagang kepada sentraltimur.com ditemui di pasar Mardika, Rabu (30/3/2022).
Pedagang terpaksa menjual dengan harga tersebut karena migor yang dipasok dari agen juga mengalami kenaikan. “Kita sesuaikan dengan harga di agen kalau tidak kita yang rugi. Tidak mungkin kita jualan tidak mendapat keuntungan,” ujar Mira.
Ibu Rumah Tangga Mengeluh
Harga migor di sejumlah swalayan maupun mini market di Kota Ambon juga melonjak. Kenaikan harga migor keluhkan warga khususnya para ibu rumah tangga.
“Ini sudah terlalu mahal. Harga satu liter sampai Rp28.000. Beta khawatir harga minyak goreng ini masih akan terus naik,” kata Oca.




