banner 728x250
Ragam  

Bupati MBD Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Warga Tak Layak Huni

BANTUAN PERBAIKAN
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Puluhan kepala keluarga di desa Tounwawan dan dusun Kyera, kecamatan Moa, kabupaten Maluku Barat Daya menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.

Bantuan perbaikan rumah dialokasikan dalam APBD MBD tahun 2023. Bantuan kepada 30 kepala keluarga diserahkan secara simbolis oleh Bupati MBD Benyamin Thomas Noach di Balai Dusun Kyera, Jumat (21/07/2023). 

Bupati mengatakan, mengejar ketertinggalan kemiskinan di MBD, Pemda terus melakukan intervensi program kegiatan yang mendukung penanggulangan kemiskinan daerah tersebut. Secara statistik, MBD berada pada kategori termiskin di Provinsi Maluku, tetapi tren laju penurunan angka kemiskinan, MBD berada pada jalur yang positif. Tahun 2022 angka kemiskinan 27,64%, menurun 1,91% dari tahun 2021.

Benyamin menyampaikan perayaan HUT ke-15 MBD mengusung tema Terus Berlari Untuk MBD Maju memiliki makna untuk tidak boleh berjalan apalagi berhenti jika ingin maju. “Kalau hari ini di tempat lain masih berjalan santai, orang MBD harus berlari kencang,” ajak Benyamin.

Pemda berharap pelaksanaan program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni ini harus tepat sasaran, efisien dan efektif, bahkan perbaikan rumah tidak layak huni untuk memenuhi syarat layak huni meskipun kelihatannya sederhana. ”Saya minta semua pihak, kades dan kadus pastikan bahwa kerjasama ini bisa berjalan dengan baik. Selain itu juga tujuan dibangunnya rumah layak huni agar masyarakat di dalamnya sehat, agar anak-anak kita tumbuh menjadi sehat, pintar untuk melanjutkan pembangunan di MBD,” kata Benyamin melansir laman malukubaratdayakab.go.id. 

Menurutnya minimal rumah rakyat harus ditata dengan baik. Yang paling utama dari seluruh proses pembangunan ini yaitu kebersamaan. Kebersamaan yang terbangun antar pemerintah dan gereja harusnya selalu dijaga dan dipelihara sehingga tujuan bermasyarakat dapat terwujud. “Kolaborasi gereja dan pemerintah daerah ini mau mengajarkan kita semua bahwa harus ada kesetiakawanan sosial. Kalau saudara kita susah, jangan biarkan dia susah sendiri. Kita sama-sama. Mensejahterahkan sesama sesungguhnya tidak mengurangi sedikitpun harta kita,” ujar bupati

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram