AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pembangunan proyek jalan hotmix di kawasan Batu Tagepe, Desa Batu Merah, Kota Ambon kerjakan asal-asalan. Akibatnya jalan sepanjang 913 meter yang baru saja rampung kerjakan itu kini telah rusak.
Pembangunan Infrastruktur itu mengabaikan spesifikasi berdampak pada kualitas pekerjaan yang amburadul. Jalan tersebut kerjakan oleh PT. Surya Mas Perkasa Sejati milik Handoyo. Dana pembangunan jalan menelan anggaran Rp 2,5 miliar, bersumber dari pinjaman pemerintah provinsi Maluku dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
BACA JUGA:
Bupati Maluku Tengah Minta Jajarannya Tidak Loyo Kejar Target Vaksinasi – sentraltimur.com
Menteri Keuangan: Realisasi Belanja Per Oktober Rp 2.058,9 Triliun – kliktimes.com
Mendorong pembangunan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Pemprov Maluku meminjan dana sebesar Rp 700 miliar dari BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan tersebut.
Dari pinjaman PT. SMI sekitar Rp 4 milair telah alokasikan untuk pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer di sejumlah titik di Kota Ambon.
Warga Ungkap Bobroknya Jalan
Rusaknya jalan aspal di kawasan Batu Tagepe abadikan warga setempat melalui telepon seluler. Video bobroknya pekerjaan jalan itu diposting di facebook beberapa hari lalu hingga akhirnya viral.
Dalam video tersebut warga menemukan pekerjaan jalan amburadul. “Pak gubernur lihat ini jalan kerjakan oleh kontraktor asal-asalan. Ini baru hujan jalan sudah rusak, belum lintasi kendaraan,” kata warga dalam video itu.
Untuk memastikan bobroknya kualitas pekerjaan, warga dengan mudahnya mencabut aspal di badan jalan itu. “Ini ketebalan aspal hanya satu centimeter, buktinya dengan mudah kita cabut,” ujarnya dalam video itu.
Akibat mengabaikan kualitas, di sejumlah titik terlihat jalan aspal tersebut telah terkelupas dan berlubang padahal belum lintasi kendaraan bermotor.
Video viral tersebut akhirnya sampai juga di anggota DPRD Provinsi Maluku dan membuat geram wakil rakyat.




