banner 728x250

Aneh! Siswa SMA Siwalima Keracunan Massal, Hasil Lab Tak Temukan Penyebabnya

HASIL LAB
Siswa SMA Siwalima ikut membantu petugas medis membawa rekannya yang keracunan makanan dengan menggunakan tandu ke aula dan ruang kesehatan sekolah untuk menjalani perawatan, Jumat (18/11/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Puluhan siswa SMA Negeri Siwalima Ambon keracunan makanan, Jumat (18/11/2022).  

Lebih dari 70 siswa-siswi di sekolah unggulan di Maluku itu ‘roboh’ diduga akibat menyantap menu makan siang dan malam yang dihidangkan pihak ketiga atau rekanan penyedia katering pada Kamis (17/11/2022).

Menu makan siang berupa ikan goreng dan sayur bayam. Sedangkan malam harinya siswa disajikan sup kacang hijau dan telur dadar.

Tragedi keracunan mulai dialami siswa pada Kamis malam dan Jumat pagi. Puluhan siswa-siswi merasakan sakit kepala, muntah-muntah dan diare, bahkan ada yang pingsan.

Namun anehnya, hasil Laboratorium Kesehatan Daerah Maluku berkata lain. Hasil uji laboratorium makanan yang diduga penyebab puluhan siswa SMA Siwalima menyatakan negatif mengandung bakteri.

“Hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke laboratorium yang diterima oleh staf pemeriksaan tidak ditemukan penyebab yang menyebabkan para siswa keracunan,” kata Plt. Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Maluku, dr Adonia Rerung dikutip dari ambon.tribunnews.com, Senin (21/11/2022).

Menurutnya hal itu berdasarkan enam sampel makanan yang diterima Tim Laboratorium Kesehatan Daerah Maluku, Jumat (18/11/2022). “Yang mengambil sampel itu dari puskesmas, kami hanya menerima sampel dan menguji. Ada enam sampel makanan yang kami uji,” jelasnya.

Adonia menjelaskan semua jenis bakteri yang diduga penyebab siswa keracunan dari makanan katering CV Fildzah Jaya pun negatif.

“Ada proses tumbuk dulu, terus di uji bakteri mana yang muncul. Ternyata hari kedua ketiga tidak ada yang muncul, jadi negatif. Semua jenis bakteri yang diduga menyebabkan keracunan dan diare, negatif,” kata Adonia. Adonia pun tak bisa memastikan penyebab siswa keracunan.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram