banner 728x250

Anggaran Terbatas, Pemkab Malra Dorong Ohoi Mandiri dan Produktif

OHOI MANDIRI
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja (Musrembang) Pemerintah Daerah Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kecamatan Kei Kecil Timur, dan Kecamatan Manyeuw.

Musrembang ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan tiga kecamatan yang dinilai memiliki keterkaitan potensi dalam satu ekosistem pertanian, ketahanan pangan, dan pariwisata berkelanjutan.

Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menegaskan penggabungan tiga kecamatan dalam satu forum perencanaan dilakukan secara terencana. Menurutnya, tantangan dan potensi masing-masing wilayah saling terhubung sehingga pembangunan akan lebih kuat apabila dilaksanakan secara terpadu.

“Tantangan dan potensi saling terhubung. Masa depan ketiga kecamatan ini akan lebih kuat jika dibangun bersama,” ujar Bupati di Gedung Amalir Lor, Desa Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (2/3/2026).

Kecamatan Kei Kecil Timur dan Kei Kecil Timur Selatan selama ini dikenal sebagai sentra produksi pangan di Maluku Tenggara. Komoditas jagung, ubi kayu, kelapa, serta hasil pertanian lainnya menjadi penopang kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kecamatan Manyeuw berkembang sebagai kawasan pariwisata dengan sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Ngurbloat, Pantai Ngur Sarnadan, Pantai Debut, Ohoilir, dan Ngirwarat.

Pemerintah daerah memandang sektor pertanian dan pariwisata memiliki hubungan yang saling mendukung. Ketersediaan pangan lokal diperlukan untuk menunjang aktivitas wisata, sedangkan pertumbuhan sektor pariwisata berpotensi meningkatkan nilai tambah produk pertanian masyarakat.

Bupati menekankan tidak ada kecamatan yang tergolong miskin di Maluku Tenggara. Ia menyebut potensi yang tersedia belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

Produksi kelapa tertinggi di Pulau Kei Kecil berasal dari Kei Kecil Timur Selatan, sedangkan jagung dan ubi kayu dari Kei Kecil Timur menjadi tulang punggung pangan lokal.

Apabila potensi tersebut diintegrasikan, pemerintah daerah menilai dapat terbentuk kawasan pertanian terpadu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis olahan pangan dan kuliner khas Kei.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram