Ely menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Karena itu, Ely berharap penelitian kolaboratif, observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta pendampingan yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan dapat menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Ia juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran selama tiga hari, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama berkelanjutan, termasuk riset, pendampingan, digitalisasi usaha, pengembangan produk unggulan daerah, dan perluasan akses pasar.
Kepada para peserta, khususnya pelaku UMKM perempuan, Ely mengajak agar memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas, berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan mengembangkan kualitas usaha.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir pelaku-pelaku UMKM perempuan yang semakin mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kota Ambon dan Provinsi Maluku,” pungkasnya. (RED)



