banner 728x250

Bupati Malteng Hadiri Rakor KDRSP-DP 2026

BUPATI MALTENG
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menghadiri rapat koordinasi Kepala Daerah Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran (KDSP dan DP) tahun Anggaran 2026.

Rakor berlangsung di Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025) dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemendikdasmen.

Rakor yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama seluruh kepala daerah itu mengusung tema; “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Poin penting yang dibahas dalam rakor yaitu program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran merupakan prioritas nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan sekolah menjadi aman, layak, dan bermutu untuk semua, dengan target penyelesaian bertahap hingga akhir tahun 2025 dan berlanjut ke perencanaan anggaran tahun 2026.

Sejalan dengan program pendidikan jarak jauh yang telah digagas Pemkab Malteng untuk sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), digitalisasi pembelajaran juga diperlukan dalam upaya untuk menjangkau dan memberikan layanan pendidikan jarak jauh kepada semua anak.

Bupati Zulkarnain mengatakan selama delapan dekade, akses pendidikan di Malteng terhambat kondisi alam. “Malteng dengan 95 persen wilayah berupa laut dan pulau-pulau kecil. Banyak sekolah di daerah pegunungan dan kepulauan terputus dari koneksi informasi dan teknologi modern,” kata Bupati.

Akibatnya, kepala sekolah dan guru mengalami kesulitan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. “Mereka juga jarang mendapatkan pelatihan untuk peningkatan kompetensi mengajar. Anak-anak terpaksa belajar dalam keterbatasan, tanpa materi pembelajaran yang bermutu dan tanpa kesempatan untuk terhubung dengan dunia luar,” ungkapnya.

Namun, situasi itu mulai berubah. Sebanyak 30 sekolah terpencil, kini telah terhubung dengan jaringan starlink, internet satelit berkecepatan tinggi, yang membuka akses baru bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram