Jaringan internet ini memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 1.500 siswa dan ratusan guru, memungkinkan mereka mengikuti pembelajaran secara digital, pelatihan daring bagi guru, serta melakukan kolaborasi antar sekolah. “Akses starlink ini akhirnya mewujudkan hal-hal yang selama 80 tahun sebelumnya dianggap mustahil,” jelasnya.
Bupati Zulkarnain juga mengatakan transformasi pendidikan di Malteng ditopang oleh dua pilar utama, yaitu teknologi dan penguatan sumber daya manusia.
Melalui dukungan internet satelit dan genset, sekolah yang sebelumnya terisolasi berubah menjadi gerbang ilmu tanpa batas. “Dengan dukungan ini, ruang kelas yang dulu terisolasi kini menjadi jendela dunia bagi anak-anak Maluku Tengah di wilayah 3T,” ujarnya.
Namun, Zulkarnain menegaskan teknologi saja tidak cukup. Pilar pendukung utama lainnya adalah peningkatan kapasitas guru melalui pengembangan kompetensi berkelanjutan (PKB) berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG).
Komitmen Pemkab Malteng diwujudkan dengan mengatur kewajiban mengikuti hari belajar bagi guru dan kepala sekolah sebagaimana dalam surat edaran Mendikdasmen Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru, yang sejalan dengan instruksi bupati Nomor 420/04/INS/2025 tentang Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan Bagi Pendidik/Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan pendidikan dasar agar perubahan dapat berjalan konsisten dan terstruktur.
Karenanya, untuk memastikan pelaksanaan digitalisasi pembelajaran, Pemkab Malteng akan membangun Studio Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masohi, ibu kota kabupaten Malteng.
Studio ini memungkinkan guru-guru terbaik dari daerah perkotaan mengajar siswa di pulau-pulau terpencil secara daring, dengan tetap didampingi guru lokal. “Model PJJ ini diharapkan dapat menjadi contoh efektif bagi penerapan digitalisasi pembelajaran untuk pendidikan jarak jauh di daerah 3T,” kata bupati. (RED)




