banner 728x250

Bupati SBT Salurkan Sapi Kurban Bantuan Presiden

SAPI KURBAN
Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri menyalurkan bantuan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto ke Masjid Raya Al Ikhwan, Kota Bula, Kamis (5/6/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

BULA, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menyalurkan bantuan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Bantuan satu ekor hewan kurban dari Presiden adalah sapi jenis Onggole bobot 830 kg diserahkan kepada Masjid Raya Al Ikhwan, Kota Bula, SBT, Maluku, Kamis (5/6/2025).

Fachri juga menyerahkan bantuan hewan kurban Pemerintah Kabupaten SBT kepada Masjid Al Ikhwan untuk disalurkan kepada warga kurang mampu.

Selain di Bula, Pemkab SBT juga menyalurkan hewan kurban di sejumlah kecamatan. Di tahun mendatang, Pemkab SBT akan membenahi distribusi hewan kurban agar lebih merata dan tepat sasaran.

Fachri mengakui di awal pemerintahannya saat ini masih banyak persoalan yang sedang ditata dan diselesaikan bertahap. “Tahun ini kita masih fokus menata sejumlah hal di awal pemerintahan baru. Tapi Insya Allah, kita lewati semuanya dengan baik,” kata politisi PKS ini.

Fachri menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Presiden kepada masyarakat SBT, khususnya umat Muslim yang akan merayakan Idul Adha. “Bantuan hewan kurban ini adalah bentuk perhatian Presiden kepada kita semua. Ini juga bagian dari kepedulian pemerintah daerah untuk hadir dan berbagi dengan masyarakat,” ujar eks anggota DPRD Maluku ini.

Fachri menyampaikan kurban bukan hanya ibadah personal, melainkan juga memiliki manfaat sosial yang besar bagi masyarakat kurang mampu. “Masih banyak warga kita yang mungkin hanya bisa menikmati daging setahun sekali saat Idul Fitri atau Idul Adha. Maka inilah waktunya kita berbagi,” ujar Fachri.

Fachri berujar nilai-nilai spiritual terkandung dalam momentum Idul Adha, terutama tentang keutamaan 10 hari pertama bulan dzulhijjah. “Nabi Muhammad SAW bersabda, tidak ada amal yang lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di 10 hari pertama dzulhijjah. Bahkan, lebih utama dari jihad kecuali orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya lalu tidak kembali lagi,” katanya.

Keistimewaan 10 hari pertama dzulhijjah kata Fachri, terletak pada siang hari, sedangkan 10 malam terakhir Ramadhan di malam hari. Hal ini menunjukkan betapa berharganya waktu-waktu tersebut untuk meningkatkan amal kebaikan, termasuk berkurban. (AIN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram