AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Mencegah berulangnya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Maluku, pemerintah akan menyiapkan koki bersertifikasi.
Langkah ini juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan program MBG bagi kelompk penerima termasuk para siswa di sekolah dan kaum rentan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Maluku Rosita menegaskan keterlibatan koki bersertifikasi dalam program MBG merupakan kebijakan nasional untuk mengatasi berbagai kasus keracunan yang terjadi selama ini termasuk di Maluku.
“Selama ini kami di dalam skruktur Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Maluku hanya ada satu ahli gizi yang ditempatkan di dapur. Nanti akan ditambah dengan chef (koki) bersertifikasi sehingga kita mencegah, meminimalisir kejadian keracunan makanan,” kata Rosita kepada awak media di Ambon, Selasa (30/09/2024).
Ia mengungkapkan pemerintah saat ini terus memperkuat program MBG agar para masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Kehadiran koki profesional di dapur-dapur MBG diharapkan dapat menjamin standar pengolahan makanan yang sehat, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
“Ini aturan terbaru yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul banyaknya kasus keracunan siswa di sejumlah daerah termasuk Maluku,” ujarnya.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi juga akan berkoordinasi dengan mitra dapur MBG untuk mengurus Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat SLHS ini kata Rosita, akan diverifikasi oleh Dinas Kesehatan di setiap kabupaten dan kota di Maluku agar ke depan pengelolaan dapur MBG bisa lebih baik dan terkontrol.

Soal rentetan kasus keracunan BMG di Maluku beberapa waktu lalu, Rosita mengaku, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan menutup sementara tiga dapur MBG yang dinilai bermasalah. Selain itu sampel MBG yang diduga sebagai penyebab puluhan siswa mengalami keracunan juga sedang diteliti di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Maluku.




