Penanganan awal, siswa yang keracunan makanan menjalani perawatan di unit kesehatan sekolah dan Puskesmas Nania. Puluhan korban keracunan diinfus dan diberikan obat oleh tenaga medis untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka.

Andi (nama samaran), orangtua siswa murid yang lain mengatakan, putrinya yang duduk di kelas 11 juga merasakan pusing, diare dan muntah-muntah pada Kamis malam. “Kamis malam anak saya telepon, dia bilang sakit kepala dan muntah-muntah,” ujar Andi.
Khawatir dengan kesehatan buah hatinya, Andi mendatangi SMA Siwalima pada Jumat pagi. Oleh pihak sekolah, dia dizinkan membawa pulang anaknya ke rumah.
Beruntung istrinya yang merupakan tenaga kesehatan cepat menangani kesehatan anaknya. “Iya istri saya langsung memasang infus dan memberikan obat. Alhamdulilah sekarang anak saya tidak pusing dan muntah. Diarenya juga sudah berkurang,” kata Andi.
Sebelumnya, Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, Nasir Tidore menjelaskan, para korban keracunan massal masih menjalani perawatan medis. “Sedang dirawat dan sudah ditangani saat ini,” katanya, Jumat.
Siswa Dipulangkan
Pascainsiden itu, siswa lainnya yang tidak keracunan dan masih berada di asrama sekolah memilih pulang ke rumahnya masing-masing.
Keluarga dan orangtua yang merasa khawatir dengan kondisi anak-anaknya mendatangi sekolah untuk menjemput anak-anak mereka dan membawa pulang ke rumah. “Benar orangtua tadi datang membawa anak-anak mereka untuk sementara dipulangkan,” ujarnya.
Sebagai sekolah unggulan, siswa-siswi yang menempuh pendidikan di SMA Siwalima berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Mereka yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut harus menjalani seleksi ketat untuk dinyatakan lolos sebagai siswa.
Sentraltimur.com memperoleh informasi, jumlah siswa-siswi yang menempuh pendidikan di SMA Siwalima dari kelas 10 sampai 12 mendekati 500 orang. (ADI/MAN)




