AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Keracunan massal terjadi di SMA Negeri Siwalima yang berada di kawasan Waiheru, kota Ambon.
Puluhan siswa-siswi di sekolah itu ambruk setelah menyantap menu makan siang dan malam yang dihidangkan pihak ketiga atau rekanan penyedia katering.
Insiden keracunan massal itu mengejutkan orangtua murid yang anaknya menimba pendidikan di SMA unggulan di Maluku itu.
Jumlah korban yang keracunan makanan di SMA Siwalima tercatat lebih dari 70 orang. Detik-detik siswa-siswi mengalami sakit kepala, muntah-muntah, diare hingga lemas akibat keracunan makanan diungkap sejumlah orangtua siswa kepada sentraltimur.com.
Tidak ingin namanya dicantumkan, sentraltimur.com menggunakan nama samaran sejumlah orangtua siswa.
Robi, salah satu orangtua siswa menuturkan, anaknya yang duduk di bangku kelas 11 atau 2 SMA mengalami keracunan makanan setelah menyantap makan siang dan makan malam pada Kamis (17/11/2022).
Menu makan siang berupa nasi, ikan goreng dan sayur bayam. Sedangkan makan malam, ratusan siswa menyantap menu yang disajikan berupa nasi, sup kacang hijau dan telur dadar.
Menurutnya dari penuturan anaknya, sebagian besar yang mengalami keracunan makanan adalah pelajar putri.
“Iya banyak yang keracunan makanan adalah siswa perempuan, termasuk anak saya perempuan kelas 11,” ujarnya kepada sentraltimur.com, Sabtu (19/11/2022).
Robi mengungkapkan, anaknya mulai merasakan pusing setelah menyantap makan siang. Kondisinya semakin parah usai melahap menu yang disajikan pada malam hari. “Pada malam hari anak saya telepon bilang kepala pusing, muntah-muntah dan diare sejak sore,” ungkap Robi.
Dia dibuat cemas dan menanyakan ke anaknya penyebab sakit kepala dan muntaah-muntah. Namun anaknya tidak mengetahui penyebabnya. Robi panik ketika nomor telepon seluler anaknya yang dihubungi kembali tidak aktif.
Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit
Besoknya atau Jumat (18/11/2022) pagi, Robi yang cemas dengan kondisi kesehatan anaknya mendatangi SMA Siwalima.
Dia sempat kaget karena bukan hanya dirinya, ternyata sejumlah orangtua siswa juga telah berada di sekolah yang berada di kawasan Waiheru itu.
Robi dan sejumlah orangtua siswa baru mengetahui insiden keracunan massal begitu mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah.
Tanpa menunggu lama, Robi membawa anaknya ke rumah sakit Otto Kuyk yang berada di kawasan Passo. Tindakan serupa dilakukan beberapa orangtua siswa yang melarikan anaknya di rumah sakit.
“Saya baru tahu siswa di SMA Siwalima keracunan makanan setelah mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah. Kondisi anak saya benar-benar lemas dan saya membawanya ke rumah sakit. Beberapa orangtua siswa juga membawa anaknya ke rumah sakit,” kata Robi.
Di rumah sakit Otto Kuyk, putrinya yang lemas mendapatkan perawatan medis. “Dia diinfus saat tiba di rumah sakit. Puji syukur, kondisinya sejak Jumat sore mulai membaik,” ujar ayah dua anak ini.
Puluhan siswa korban keracunan massal dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon, yakni RSUD M. Haulussy, RS Johanes Leimena dan RS Siloam.
Sejumlah pelajar pria SMA Siwalima ikut membantu petugas medis membawa rekannya yang keracunan makanan dengan menggunakan tandu dibawa ke aula dan ruang kesehatan sekolah untu menjalani perawatan.




