banner 728x250

Diduga Peras Pengusaha, Direskrimum Segera Disidang Kode Etik Polri

  • Bagikan
SEGERA DISIDANG
Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol. Ferdy Sambo. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno akan segera disidang Komisi Kode Etik Polri.

Sidang KKEP setelah tim Divisi Propam Mabes Polri meminta keterangan Sri Harno. Pejabat Polda Maluku itu terindikasi melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha jasa konstruksi asal Surabaya, Jawa Timur Adi Yoana.

“Direktur Krimum Polda Maluku sudah diperiksa oleh Biro Paminal Divisi Propam Polri,” kata Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (23/10/2021).

BACA JUGA:

Warga Suli Tolak Pembangunan Fasilitas Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup: Tak Perlu Khawatir – sentraltimur.com

Empat Orang Tewas Akibat Longsor Jalur Medan-Berastagi – kliktimes.com

Menurut dia, Biro Pertanggungjawaban Profesi (Wabprof) masih bekerja dalam menangani kasus ini dengan melakukan audit investigasi. Propam Polri akan terus berkoordinasi dengan Polda Maluku terkait perkara ini.

Ferdy menyampaikan tahap selanjutnya bahwa Kombes Sih Harno akan menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri setelah audit investigasi. “Setelah audit investigasi selesai, yang bersangkutan segera disidangkan KKEP di Propam Mabes Polri,” jelas Ferdy melansir viva.co.id.

Dua Kali Propam Mabes Polri Periksa Sih Harno

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat mengatakan Propam Mabes Polri sudah dua kali datang untuk memeriksa Sih Harno.

“Terkait dengan informasi itu sudah laporkan ke Propam Mabes Polri. Dan Propam Polri sudah turun ke Polda Maluku melakukan penyelidikan meminta keterangan beliau (Sih Harno),” kata Roem.

Roem menegaskan, sesuai arahan dan instruksi Kapolri, siapapun anggota Polri yang melakukan kesalahan tidak akan lindungi. “Sesuai arahan dan perintah dari Bapak Kapolri kalau ada anggota bersalah tidak akan lindungi dan akan di proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” ujar mantan Kapolres Maluku Tenggara ini.

  • Bagikan