MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – DPRD Kabupaten Maluku Tengah menggelar rapat paripurna istimewa memperingati HUT ke-68 Kota Masohi.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dan Wakil Bupati Mario hadir dalam rapat yang digelar di ruang sidang utama DPRD Maluku Tengah.
Bupati dalam sambutannya menegaskan Kota Masohi adalah kota yang lahir dari semangat kemerdekaan, bukan peninggalan kolonial. “Masohi merupakan hasil gagasan, rencana, dan cita-cita bangsa sendiri,” katanya pada 3 November 2025.
Eksistensi Kota Masohi hingga usia ke-68 tahun tidak terlepas dari perjuangan para pendiri bangsa, para raja, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari negeri Amahai, Souhoku, Makariki, Haruru, Sepa, Rutah, Tamilo, Waraka, dan negeri-negeri lainnya yang telah membuka jalan bagi berdirinya Kota Masohi sebagai ibu kota Kabupaten Maluku Tengah.
“Dari tanah dan jiwa mereka, Masohi tumbuh menjadi kota persaudaraan dan pusat peradaban baru di bumi Pamahanunusa,” ujarnya.
Bupati menyampaikan apresiasi terhadap peran dan kontribusi seluruh kepala daerah serta DPRD dari masa ke masa yang terus melanjutkan pembangunan sejak tahun 1947 hingga kini.
Ketua DPRD Maluku Tengah Herry Men Carl Haurissa dalam pidatonya mengenang perjalanan panjang Kota Masohi sejak berdirinya pada 3 November 1957. Dia menyebut ketika Presiden RI Ir. Soekarno meletakkan batu pertama pembangunan, saat itulah lahir Kota Masohi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Tengah.
Menurut Haurissa Kota Masohi kini telah menjadi rumah besar” yang menghimpun beragam potensi agama, suku, budaya, dan ras. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan.
“Jangan bercerai-berai, tetapi tumbuhlah dalam satu semangat kebersamaan dengan warna kebhinekaan yang kokoh demi tegaknya kesatuan dan persatuan NKRI,” tegasnya.
Haurissa menekankan pentingnya membangun Kota Masohi menjadi tempat yang bersih, indah, terang, damai, nyaman, dan aman sebuah kota yang mampu menjadi ruang interaksi sosial yang harmonis bagi semua orang. “Pastikan tidak ada satu pun anak manusia yang ragu untuk datang dan hidup di Kota Masohi,” ujarnya.




