banner 728x250

Gempa 7,5 Magnitudo Guncang Tanimbar, Puluhan Rumah Rusak

DAMPAK GEMPA
Puluhan rumah warga di kabupaten Kepulauan Tanimbar rusak akibat gempa berkekuatan 7,5 magnitudo, Selasa (10/1/2023) dini hari. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

Warga semakin panik hingga memilih berlari ke dataran yang lebih tinggi setelah mengetahui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami. Saat ini BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami.

“Setelah kita tahu ada peringatan dini tsunami semua panik. Anak-anak, orang dewasa menangis, semua lari ke ketinggian,” katanya.

Arthur dan keluarganya lari ke kawasan Porois Dua karena lokasi itu merupakan salah satu lokasi ketinggian. “Banyak orang lari mengungsi ke Poros Dua. Ada yang jalan kaki ada yang lari dan pakai kendaraan jadi tadi banyak,” katanya.

Seorang warga di desa Romnus kecamatan Wuar Labubar, kabupaten Kepulauan Tanimbar tertimpa reruntuhan gempa, Selasa (10/1/2023) dini hari. (FOTO: ISTIMEWA)

Setelah BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami, banyak warga memilih kembali pulang ke rumahnya. Namun sebagian warga masih tetap memilih bertahan di lokasi ketinggian.

“Sudah banyak warga pulang tapi ada juga yang masih belum berani ke rumah. Saya masih di rumah saudara, nanti sore atau besok jika sudah aman betul baru saya balik ke rumah,” kata Nancy warga lainnya.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya menuturkan banyak warga di wilayah itu yang berlari ke kawasan dataran tinggi saat gempa. “Sampai subuh saya monitor warga masih mengamankan diri di sana,” katanya. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram