LONDON, SENTRALTIMUR.COM – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan Covid-19 bukan lagi pandemi.
Menurutnya, para ilmuwan telah meyakinkan bahwa gelombang varian Omicron sudah mencapai puncaknya. Pandemi sudah berubah menjadi endemi. “Mulai sekarang pemerintah tidak lagi meminta orang untuk bekerja dari rumah,” kata Boris.
Dia juga membebaskan masyarakat Inggris dari keharusan memakai masker.
Boris menambahkan, pada Maret mendatang warga Inggris tidak lagi wajib melakukan isolasi mandiri. “Pemerintah tidak akan lagi mengamanatkan penggunaan masker di manapun,” ujarnya.
“Dan tidak lagi mengkriminalisasi siapapun terhadap orang yang memilih tidak memakai masker,” sambungnya.
Kebijakan berani yang diambil di tengah gelombang Omicron itu untuk menepis tuduhan bahwa dia berbohong tentang pesta-pesta di Downing Street selama pembatasan kegiatan masyarakat (penguncian).
Melansir WNC dari situs New York Times (nytimes), Boris mengumumkan itu di House of Commons pada Rabu (19/1/2022) di depan sidang parlemen yang berlangsung panas.
Bukan hanya untuk mengubah topik pembicaraan. Tetapi juga memenangkan parlemen konservatif yang hampir 100 di antaranya memberontak melawannya ketika dia menyampaikan bulan lalu.
Tetapi ketika Boris menghadapi tuntutan mengundurkan diri. Dan setelah berita bahwa seorang legislator konservatif telah membelot ke oposisi Partai Buruh, pengumuman itu tidak banyak membantu menghilangkan kehebohan partai-partai.
Boris Memperhitungkan Risiko Terburuk
Dalam melonggarkan pembatasan Covid-19 seminggu sebelum jadwalkan berakhir, Boris mengatakan mencoba untuk memulihkan “kebebasan kuno” Inggris. Sebuah referensi pada tradisi kebebasan individu yang mengakar di negara itu.
Menurut dia, semua tindakan Covid untuk memerangi varian Omicron seperti wajib masker di transportasi umum dan di toko-toko. Panduan untuk bekerja dari rumah dan sertifikat vaksin akan berakhir 27 Januari 2022 mulai pukul 00: 01.




