banner 728x250

Insiden Keracunan Massal, Ini Sosok di Balik Pengadaan Makan & Minum SMA Siwalima

PULUHAN SISWA
Puluhan siswa SMA Negeri Siwalima Ambon yang mengalami keracunan makanan menjalani perawatan medis di Puskesmas Nania dan unit kesehatan sekolah, Jumat (18/11/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

Untuk memastikan keamanan makanan yang disajikan pihak sekolah akan bekerjasama dengan BPOM Ambon guna mengawasi setiap makanan yang akan disajikan kepada para siswa.

“Kita akan kerjasama dengan BPOM. Sebelum makanam disajikan kepada para siswa nanti ada yang menguji keamanan makanan terlebih dahulu apakah aman dikonsumsi atau tidak,” jelas Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, Nasir Tidore, Jumat (18/11/2022).

SMA Siwalima juga akan segera melakukan evaluasi terhadap cara kerja pihak ketiga yang menyediakan makanan bagi siswanya. “Saya belum mengetahui pasti, apakah makanan itu higienis atau tidak yang jelas ini pihak ketiga  membeli bahan makan dari luar.  Nanti akan kita evaluasi kembali,” terangnya.

Menurut Nasir selama ini makanan yang disajikan kepada para siswanya di sekolah ditangani oleh pihak ketiga. Penyedia makanan membeli bahan makanan di pasar kemudian diolah dan dimasak di dapur sekolah.

PULUHAN SMA
Siswa SMA Siwalima ikut membantu petugas medis membawa rekannya yang keracunan makanan dengan menggunakan tandu ke aula dan ruang kesehatan sekolah untuk menjalani perawatan, Jumat (18/11/2022). (FOTO: ISTIMEWA)

Tim medis telah membawa sampel makanan yang dikonsumsi para siswa ke laboratorium untuk diteliti. Sampel makanan yang dibawa ke laboratorium yakni ikan goreng dan sayur bayam yang dikonsumsi para siswa saat makan siang dan sup kacang hijau serta telur dadar yang dikonsumsi ketika santap malam.

“Tim medis sudah membawa sampel makanan yang dikonsumsi para siswa itu ke lab untuk diteliti,” kata Kapolsek Baguala, Ambon AKP Meity Jacobus, Jumat (18/12022).

Uji sampel makanan untuk memastikan adakah kandungan racun atau bakteri berbahaya pada makanan yang dikonsumsi para siswa-siswi di sekolah unggulan di Maluku tersebut. “Sampelnya sedang diuji, kita tunggu hasilnya apakah makanan yang disantap itu aman atau ada kandungan racun dan bakteri,” ungkapnya. (ADI/MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram