banner 728x250

Jejak Wellem Wattimena, TO Polisi, Tiga Kali Diciduk, Dua Kali Dibebaskan

  • Bagikan
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM- Wellem Zefah Wattimena akan menjalani sidang perdana, Kamis (22/4/2021) sebagai terdakwa perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Sejak ditangkap di Bandara Pattimura Ambon, Senin 8 Maret 2021, anggota DPRD Provinsi Maluku ini mendekam di rumah tahanan Polresta Ambon.

Penangkapan ini, mengungkap jejak Wellem di pusaran narkoba. Bukan baru sekali, Wellem dibekuk. Sebagai pengguna narkoba jenis sabu-sabu, Wellem menjadi target operasi (TO) polisi.

Wellem sejatinya telah diciduk tiga kali, tapi dua kali dia dibebaskan. Dua kali penangkapan itu ‘ditutup’ melalui jalur damai.

Politisi partai Demokrat ini pertama kali dibekuk di tahun 2020 disusul penangkapan kedua pada akhir Januari 2021. Baru di penangkapan ketiga di Bandara Pattimura Ambon, Senin 8 Maret 2021, Wellem benar-benar merasakan dinginnya penjara. Penyidik Satresnarkoba Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease menetapkan Wellem sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. Dia dijebloskan ke rumah tahanan Mapolresta Ambon.

“Dia sebelumnya telah ditangkap dua kali, di tahun 2020 dan awal tahun 2021, tapi tidak tahu kenapa dia dilepas (tanpa proses hukum),” kata sumber sentraltimur.com di kepolisian, belum lama ini.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat mengaku tidak mengetahui Wellem sebelumnya telah dua kali ditangkap tapi kemudian dilepaskan. “Saya tidak tahu, kasusnya (Wellem) tidak ditangani Polda, coba tanyakan Polresta (Ambon),” kata Ohoirat menjawab sentraltimur.com, pekan kemarin.

Wellem ditangkap setelah turun pada 8 Maret 2021. Dia dikuntit anggota Satresnarkoba Polresta Ambon dan Pulau- Pulau Lease dari ruang tunggu Bandara Pattimura. Pria 44 tahun ini dibekuk saat berjalan menuju areal parkir Bandara Pattimura. Polisi menemukan barang bukti satu alat isap sabu dari tas tangan milik pelaku. Legislator daerah pemilihan kabupaten Maluku Tengah ini juga dinyatakan positif narkoba setelah dilakukan tes urine.

Penyidik menjerat Willem melanggar pasal 112 dan 127 Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pasal 112 mengatur tentang larangan seseorang untuk memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman secara tanpa hak atau melawan hukum.

Sedangkan pasal 127 tentang penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri. Wellem terancam hukuman minimal empat tahun dan paling lama 20 tahun.

COBA INTERVENSI

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Brigjen M. Zainul Muttaqien menyebut, ada yang mencoba mengintervensi penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat Wellem Zefah Wattimena. Muttaqien menegaskan tak akan goyah.

“Pokoknya yang jelas dari intervensi dari mana pun, kita yang memimpin sidang kemarin baik itu dari Wakil Kejaksaan Tinggi Maluku dari Dir Narkoba Polda Maluku, dari Waka Polresta Pulau Ambon dan tim kita merah putih, artinya tidak goyah. Iyalah (ada intervensi),” kata Muttaqien, Selasa (23/3/2021).

“Jadi Undang-Undang Narkotika ini kan sesuai amanat pasal 127 apakah dia direhab saja apa dipidana itu tergantung kita dari sidang tim asesmen terpadu semua terlibat itu disebut criminal justice system,” sambung Muttaqien.

Namun Muttaqien tak menjelaskan secara detail terkait intervensi yang dimaksud. Dia menegaskan soal komitmennya memberantas narkoba.

“Yang bersangkutan yang namanya juga publik figur untuk bisa diproses sesuai keinginan mereka tapi kan kita keinginan hukum. Kalau diancam tidak, ya ada intervensi,” ujar Muttaqien.

“Yang jelas ada, namun kita dengan sopan dan santun menyampaikan maaf kita harus berdiri tegak, berdiri seperti jembatan merah putih jadi kita assessment merah putih untuk menyelamatkan anak bangsa bebas narkoba. Walaupun intervensi keras atau panjang kita siap risiko akuntabilitas kita sebagai penyidik,” sambung dia. (GIY/DTC)

  • Bagikan