banner 728x250

Kajati Maluku Apresiasi Keharmonisan IAD, Elfina: Kami Mendukung Tugas Kejaksaan dan Fokus Pemberdayaan

KAJATI MALUKU
Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Agoes Soenanto Prasetyo mengapresiasi kebersamaan dan keharmonisan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) saat pertemuan konsultasi di aula Kantor Kejati Maluku, Senin (8/9/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Agoes Soenanto Prasetyo mengapresiasi kebersamaan dan keharmonisan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) saat pertemuan konsultasi di aula Kantor Kejati Maluku, Senin (8/9/2025).

IAD merupakan bagian dari keluarga Adhyaksa Maluku. IAD adalah wadah yang mampu menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, menjaga kehormatan keluarga besar Adhyaksa serta menanamkan karakter tangguh bagi generasi penerus.

“Kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum, selalu berhadapan dengan berbagai tekanan, godaan dan tantangan yang begitu kompleks. Namun semua itu dapat dihadapi dengan adanya dukungan moril, doa dan penguatan dari keluarga, sehingga di sinilah letak pentingnya peranan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini,” kata Agoes.

Menurut Agoes, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari capaian materi, tetapi dari seberapa besar perbedaan yang kita ciptakan dalam kehidupan orang lain. “Saya melihat nilai itu hidup pada ibu–ibu yang tergabung dalam IAD wilayah Maluku, mereka mampu memberikan perubahan besar dengan menciptakan keluarga yang harmonis dan keharmonisan itu menular dalam kehidupan sehari–hari di Kejaksaan dan di lingkungan masyarakat sekitar,” pujinya.

Mengutip sejarah dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agoe menyebut kisah Batu Badaong merupakan simbol keabadian akan Kasih sayang, kesabaran dan pengorbanan seorang ibu.

Demikian pula peranan perempuan yang tergabung dalam IAD, walaupun tidak selalu tampak di garis depan namun doa, dukungan dan kesabaran menjadi fondasi kokoh bagi keluarga besar Kejaksaan dalam menjalankan tugasnya.

“Sebagaimana Batu Badaong yang teguh berdiri di Tanimbar. Demikian pula ibu–ibu IAD menjadi simbol keteguhan, penguat keluarga serta penjaga kehormatan institusi,” kata Agoes.

Dia berharap slogan Ale Rasa Beta Rasa menjadi nilai kebersamaan yang harus dirawat, karena dengan kebersamaan, IAD akan semakin kuat dan keluarga besar Kejaksaan akan semakin kokoh. “Saya mengajak seluruh ibu–ibu sekalian untuk terus bergandengan tangan, menjaga keharmonisan serta menebarkan semangat kebaikan dalam keluarga besar Kejaksaan Tinggi Maluku,” tutupnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram