AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sebanyak 30 ton kayu damar batu asal Maluku diekspor oleh CV Buana Nagata Adiguna ke India dan Bangladesh.
Sebelum dikirim ke dua negara di kawasan Asia, komoditi unggulan Maluku itu diperiksa petugas Karantina Pertanian Ambon pada Kamis (26/1/2023).
Kepala Karantina Pertanian Ambon, Kostan mengatakan sebelum dilalulintaskan komoditas pertanian ini perlu dilakukan tindakan karantina tumbuhan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang dikirim aman dan terbebas dari Organisme Penganggu Karantina Tumbuhan (OPT) terutama insect life sesuai persyaratan negara tujuan,” ujar Kostan dalam keterangan tertulis, Jumat (27/1/2023).
Tindakan karantina dilakukan agar kayu damar terjaga baik dari segi kualitas maupun dari sisi kesehatannya. Sehingga dapat diterima dan lolos uji tindakan karantina di negara tujuan. Volume ekspor masing-masing sebesar 15 ton tujuan India dan Bangladesh. Nilai ekspor kayu damar tersebut ke Bangladesh sebesar Rp593,79 juta. Sedangkan India senilai Rp382,78 juta.
Sebelumnya pada tahun 2022, ekspor damar batu ke India sebanyak 60 ton dengan nilai Rp78,87 juta. Dan Bangladesh 60 ton mencapai Rp78,88 juta.
Menurut Kostan, melonjaknya volume ekspor di awal tahun 2023 memberikan angin segar bagi komoditas damar.
“Sehubungan pelabuhan di Ambon belum dapat memfasilitasi transportasi ekspor secara langsung. Damar batu akan dilakukan proses pergantian kontainer serta fumigasi di Surabaya untuk selanjutnya menuju negara tujuan ekspor,” jelas Kostan.
Ekspor Melalui Surabaya
Sementara itu, Bea Cukai juga menjelaskan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) tercatat masuk ke Ambon walaupun dilakukan penggantian kontainer dan alat angkut di Surabaya.




