AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Puluhan siswa tiga sekolah di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku yang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kairatu, Senin (20/10/2025).
Puluhan siswa tersebut dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami mual, muntah diare dan pusing kepala.
Dari puluhan siswa yang dirawat, ada siswa yang dilaporkan mengalami muntah darah dan ada juga yang mengalami kejang-kejang hingga mengeluarkan busa putih dari mulut.
“Ada yang muntah darah dan ada juga yang sampai keluar skom (busa) dari mulut,” kata Kepala Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu, Kasrurdin kepada sentraltimur.com via telepon, Senin malam.
Puluhan siswa yang mengalami keracunan MBG ini merupakan siswa dari SD Negeri Talaga Ratu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram Bagian Barat dan Taman Kanak kanak Dusun Talaga Ratu.
Selain muntah darah dan kejang-kejang, ada juga siswa yang warna kulit wajahnya berubah hingga membiru usai menyantap MBG. “Ada yang wajah mereka sampai biru,” katanya.
Hingga malam ini ada dua pasein yang kembali dibawa ke Puskesmas Kairatu untuk menjalani perawatan. Kedua siswa tersebut berasal dari Dusun Talaga. “Sampai malam ini masih ada siswa yang dibawa ke Puskesmas Kairatu, ini kebetulan saya ada di Puskesmas, dari Talaga Ratu ada dua orang yang baru masuk malam ini,” ungkapnya.
Setelah menjalani perawatan, saat ini kondisi sejumlah siswa yang sedang menjalani perawatan mulai membaik, pihak keluarga dan orang tua juga masih mendampingi anak-anak mereka yang sedang dirawat. “Alhamdulillah sampai malam ini ada yang sudah mulai membaik,” katanya.
Sebelumnya 52 orang siswa dari SD Inpres Talaga Piru dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram bagian Barat serta satu taman kanak-kanak diduga mengalami karacunan usai menyantap hidangan MBG, Senin siang tadi.
Puluhan siswa dilarikan ke Puskesmas untuk menjalani perawatan karena mengalami mual, muntah, pusing dan diare. (MAN)




