AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sardin Wagola, Kepala Dusun Temi, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku sudah keterlaluan.
Bukannya melindungi warganya, Sardin malah berbuat bejat terhadap warganya. Kini dia harus berurusan dengan hukum. Sardin dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap seorang siswi SMA inisial SN di dusun Temi.
Tak hanya kasus amoral, pelaku juga diadukan ke polisi karena menganiaya pacar korban hingga babak belur. Perbuatan tak senonoh Sardin berlangsung di sebuah pos di dusun Temi pada Jumat malam (20/6/2025).
RS, kakak kandung SN menuturkan kejadian berawal saat adiknya menemui pacarnya untuk mengambil ponsel miliknya. Setelah itu adiknya bersama pacarnya sempat nongkrong di sebuah pos di dekat SMP dusun Temi.
“Adik saya sedang duduk bersama pacarnya di pos, tiba-tiba pelaku yang mabuk datang dengan badan telanjang menghampiri adik saya dan pacarnya,” kata RS kepada sentraltimur.com via telepon, Minggu (29/6/2025).
Berada di pos, Sardin menginterogasi keduanya, menanyakan identitas dan asal usul pacar adiknya. Tanpa sebab, pelaku memukuli dan mengusir pacar adiknya.
Karena ketakutan pacar adiknya meninggalkan pos dan hanya bisa memantau dari kejahuan. Saat itulah, pelaku yang telah memiliki niat jahat beraksi mencabuli korban. “Adik saya pulang ke rumah dia hanya bisa menangis. Akhirnya dia menceritakan apa yang terjadi,” katanya.
Setelah mendengar pengakuan korban, RS bersama keluarganya dan cowok korban mendatangi rumah pelaku menanyakan kejadian tersebut. Bukannya mengakui perbuatannya, pelaku malah naik pitam dan kembali menghajar cowok adiknya.
Pacar Korban Dikeroyok
Keluarga korban akhirnya mengadukan perbuatan pelaku ke kepala pemuda, anggota Babinkantibmas dan Babinsa setempat. Saat itu, untuk menutupi kejahatannya, Sardin terus mengamuk dan tak memberikan kesempatan kepada korban SN menceritakan perbuatan bejat pelaku.
“Dia ingin menutupi kejahatannya, dia tak ingin adik saya berbicara lalu dia dan kepala pemuda dan orang-orangnya menyerang cowok adik saya hingga berdarah-darah, malah mereka juga pukuli polisi,” ungkap RS.




