banner 728x250

Kerja Cemerlang 100 Hari Pemerintahan Sherly-Sarbin untuk Perubahan Maluku Utara

HARI PEMERINTAHAN
Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe, Gubernur-Wakil Gubernur Maluku Utara. (ISTIMEWA)
banner 468x60

TERNATE, SENTRALTIMUR.COM – Masa kepemimpinan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) memasuki hari ke-100 pada 30 Mei 2025.

Sherly dan Sarbin menunjukkan kerja nyatanya demi perubahan di 100 hari pemerintahan, membuat sejumlah program nyata untuk pembangunan di Provinsi Malut.

Di ruang rapat paripurna DPRD Malut, pada 6 Maret 2025, Sherly menyampaikan sejumlah program yang menjadi prioritasnya, salah satunya adalah pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Komitmennya itu dia wujudkan satu per satu dalam 100 hari kerja.

Selama 100 hari kerja, Sherly dan Sarbin membawa Malut dalam wajah baru. Berbagai perubahan dilakukan untuk membangun Provinsi Malut yang lebih baik.

Pemberian Dana BOSDA-Beasiswa

Pemprov Malut, di bawah kepemimpinan Sherly Tjoan, mencabut seluruh pungutan uang komite bagi SMA, SMK, dan SLB Negeri. Dia juga mengalokasikan anggaran Rp 34 miliar untuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Mulai Juli, sekolah swasta dan madrasah ikut menikmati BOSDA. Kami ingin menunjukkan kehadiran negara. Karena bagi kami, negara harus berdiri paling depan-saat seorang anak nyaris putus sekolah karena tak sanggup bayar. Di situlah makna kehadiran kami,” tegasnya melansir detik.com.

Kesungguhannya dalam dunia pendidikan diwujudkan dengan mengalokasikan dana APBD Rp 63,3 miliar untuk merenovasi sebanyak 118 SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara, melalui Dinas Pendidikan. “Karena Kami percaya, di balik seragam sederhana dan langkah kecil menuju sekolah hari ini, sedang tumbuh pemimpin besar Maluku Utara masa depan,” ucapnya.

Sherly juga menghapuskan biaya uang komite sekolah. Ia menggratiskan uang komite dan ijazah kepada SMA, SMK, dan SLB. Sebanyak 2.330 ijazah yang ditahan sekolah ia kembalikan kepada para siswa.

“Tidak ada lagi biaya pengambilan ijazah, baik untuk siswa lulusan tahun ini maupun mereka yang ijazahnya tertahan karena tunggakan masa lalu,” imbuhnya.

Upayanya untuk mencerdaskan masyarakat di Provinsi Malut diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi para mahasiswa. Hal itu diwujudkan dengan adanya MoU beasiswa antara Pemprov Malut dengan 27 perguruan tinggi terakreditasi B.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram