AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di tiga sekolah di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku terus bertambah.
Hingga Senin (20/10/2025) pukul 23.50 WIT lebih dari 140 siswa yang dilaporkan harus menjalani perawatan di dua puskesmas akibat keracunan MBG.
“Sampai tadi malam itu data yang kami terima ada sebanyak 143 siswa yang sedang dirawat akibat keracunan MBG,” kata Anggota Komisi II DPRD Seram Bagian Barat La Ode Anwar Tiha kepada sentraltimur.com via telepon, Selasa (21/10/2025).
Ratusan siswa tersebut sementara menjalani perawatan di dua puskesmas yakni di Puskesmas Waimital dan Puskesmas Kairatu. “Tadi malam ada banyak siswa yang terus dibawa keluarganya ke puskkesmas untuk menjalani perawatan,” ujarnya.
Ratusan siswa yang mengalami keracunan usai menyantap MBG yakni siswa SD Inpres Telaga Ratu, siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram Bagian Barat dan Taman Kanak-kanak Telaga Ratu.
Ratusan siswa ini mengalami keracunan usai menyantap hidangan nasi putih, telur, tahu dan sayur yang disediakan kepada mereka. Usai menyantap hidangan, siswa mengalami mual dan muntah serta diare dan pusing kepala. Beberapa siswa bahkan sampai muntah darah dan ada yang mengeluarkan busa putih dari mulutnya.
Banyaknya siswa yang dirawat karena keracunan membuat Puskesmas Kairatu hingga kewalahan menangani mereka. Sebab, ruang inap untuk pasien telah penuh. Akibatnya pihak puskesmas terpaksa membangun tenda darurat di dalam area puskesmas untuk menampung pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Gariman Kurniawan mengaku seluruh pasien keracunan MBG telah tertangani dengan baik.
Saat ini banyak dari para siswa yang mengalami keracunan juga telah dipulangkan oleh keluarga dan orang tua mereka. “Sudah ditangani semuanya, dan kondisinya aman terkendali, banyak juga siswa yang sudah pulang,” katanya dikonfirmasi terpisah.
Meski banyak siswa yang telah dipulangkan namun masih ada puluhan sisa yang terus menjalani perawatan di Puskesmas Kairatu.




