banner 728x250

Korban Luka Bentrokan di Aru Bertambah Jadi 25 Orang, 26 Rumah Dibakar

Korban Luka
Aparat gabungan disiagakan di perbatasan Desa Longgar dan Desa Apara Kecamatan Aru Tengah Selatan, kabupaten Kepulauan Aru, pasca bentrokan warga, Minggu (4/1/2026). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Aru, Maluku memastikan korban luka akibat bentrokan antara dua desa bertetangga yakni Desa Longgar dan Desa Apara Kecamatan Aru Tengah Selatan mencapai puluhan orang.

“Korban meninggal dunia itu dua orang dan korban luka itu semuanya 25 orang,” kata Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite kepada awak media, Minggu (4/1/2026).

Sehari sebelumnya polisi mendapat laporan korban luka hanya 13 orang. Namun setelah dicek seluruhnya korban luka ternyata mencapai 25 orang, sedangkan yang meninggal dunia 2 orang.

Dari 25 korban yang mengalami luka-luka akibat bentrokan, dua orang dirujuk ke RSUD Dobo lantaran terluka parah. Kedua korban yang dirujuk ke RSUD Dobo terluka terkena anak panah. “Ada dua orang yang dirujuk ke Dobo, keduanya terkena anak panah,” sebutnya.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka dari kedua kelompok, bentrokan juga menyebabkan puluhan rumah warga hangus dibakar. “Ada sekitar 26 rumah yang dibakar, sudah didata kemarin juga oleh pemerintah daerah dan Pak bupati juga hadir di sana,” ujar Sihite.

Bentrokan dipicu oleh miras dan luka lama antara warga kedua desa bertetangga tersebut. Menurutnya bentrokan terjadi saat dua warga Desa Longgar hendak pergi membeli minuman beralkohol di Desa Apara. Saat itu sekelompok pemuda Desa Apara berjumlah sekitar 10 orang menegur kedua warga desa Longgar tersebut dan menantang berkelahi.

“Kebetulan mereka ini luka lama sejak 2023, ada riwayat bentrokan juga jadi pas kedua pemuda Longgar ini pergi beli minuman keras dan mau pulang mereka ditantang lalu kemudian saat pulang mereka dianiaya,” ungkapnya.

Sesampai di desanya, kedua korban penganiayaan mengadu ke pemuda di kampungnya hingga akhirnya terjadilah bentrokan tersebut. “Pemuda Longgar lalu melakukan aksi pembalasan mencari pelaku penganiayaan tapi mereka sudah lari dan terpaksa mereka memukuli warga lainnya sehingga terjadi bentrokan itu,” ungkapnya.

Pasca bentrokan, upaya mediasi langsung dilakukan pemerintah daerah dan kepolisian mencegah bentrokan tidak meluas. Mediasi dilakukan dengan mengumpulkan pemerintah kedua desa dan para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram