Kerajaan Bacan
Sebagaimana dikutip dalam Konflik dan Perubahan Sosial: Studi Sosiologi Politik di Maluku Utara (2006), menurut Kronik Bacan, Kerajaan Bacan diperkirakan berdiri pada tahun 1322 dengan Sultan Alauddin I sebagai sultan pertamanya.
Berdirinya Kerajaan Bacan dimulai sejak perpindahan Kerajaan Kasiruta ke Pulau Sekki (Bacan), karena terjadi perkawinan antara Boki Hongi (putri Sultan Alauddin I) dengan Patra Alam (putera Sangaji Samargalila).
Pada masa kepemimpinan sultan ke-13 yaitu Sultan Iskandar Alam, kerajaan Bacan mengalami masa-masa sulit salah satunya yaitu menghadapi penjajahan Hindia Belanda.
Belanda melakukan siasat tipu daya agar Sultan Iskandar Alam pergi meninggalkan Bacan dan kemudian mengangkat Marwan sebagai sultan ke-14. Sultan Marwan diangkat oleh Belanda sebagai boneka dalam upaya memperluas wilayah kekuasaan Kompeni Belanda. (TIRTO/RED)




