banner 728x250

MTQ XXXI Malra, Bupati: Alquran sebagai Perekat Kebhinekaan

PEREKAT KEBHINEKAAN
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Kabupaten Maluku Tenggara menjadi momentum strategis dalam mengaktualisasikan nilai-nilai alquran sebagai perekat kebhinekaan menuju daerah yang damai dan sejahtera.

“MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan membaca dan menghafal alquran, melainkan juga sebagai sarana syiar Islam, wahana pembinaan umat, serta media untuk menanamkan nilai-nilai alquran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun saat membuka MTQ XXXI di Gedung LPTQ Maluku Tenggara, Senin (15/12/2025).

Tema MTQ Maluku Tenggara tahun 2025; “Aktualisasi spirit alquran sebagai perekat kebhinekaan menuju Maluku Tenggara yang damai dan sejahtera.” Menurut bupati tema tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Maluku Tenggara yang majemuk dan selama ini hidup rukun dalam semangat toleransi dan persaudaraan.

“Nilai-nilai alquran mengajarkan keadilan, kejujuran, kasih sayang, persaudaraan, serta penghormatan terhadap perbedaan. Inilah fondasi penting dalam menjaga kebhinekaan dan merawat kerukunan antarumat beragama di Maluku Tenggara,” ujar bupati Hanubun.

Dia optimistis melalui MTQ akan lahir generasi qurani yang tidak hanya unggul secara keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, sikap toleran, dan semangat kebersamaan. Generasi tersebut diharapkan mampu berkontribusi aktif sebagai pelopor pembangunan daerah menuju Maluku Tenggara yang hebat dan sejahtera.

Dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam mendukung pembinaan kehidupan keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan moderasi beragama.

MTQ dinilai sebagai salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Masyarakat diminta menjadikan MTQ sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

Bupati berpesan kepada kafilah mengikuti musabaqah dengan penuh keikhlasan, sportivitas, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. “Tanamkan niat lillahi ta’ala dan pegang teguh prinsip fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” pungkas bupati. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram